Mar 23, 2008

Anak Itu Hidup di Terminal

Beberapa hari yg lalu, di sebuah terminal, saya melihat ada anak kecil, yg dengan sigap mencari penumpang untuk sebuah angkot. Kebetulan angkot yang dia tawarkan adalah angkot yg memang ingin saya naiki. Tubuh gempal anak itu terlihat lincah mencari penumpang untuk sebuah angkot, yang saya sudah duduk manis di dalamnya.

Saya duduk di sebelah supir angkot. Angkotnya ngetem.


"Tu anak dari mana sih sebenernya?" teriak supir angkot ke temannya yang berdiri agak jauh dari mobilnya.

"Ga tahu",jawab temennya singkat.


Saya pun otomatis ngeliat ke anak yang dimaksud dan dari tadi sibuk hilir mudik buat nyari penumpang. Badannya gempal dan suaranya kecil. Mungkin usianya sekita 8 thn-an.


"Emang bapak ga tau dia darimana?" saya akhirnya ga tahan buat nanya.

"Ga. Padahal udah 2 thn dia mangkal di terminal ini,"jelas si pak supir

"Ha? 2 thn? Trs Ga ada yg tau dia darimana? Trs dia tinggal dimana selama ini?"kejar saya lagi.

"Ya..di sini aja. Biasanya dia tidur di mobil saya."

Saya terus saja memperhatikan gerak gerik si anak.

Setiap ngeliat org yg lewat, dia samperin dan dia tawarin angkot yang saya tumpangi. Gerakannya tampak lincah dan tanpa beban. Tiba-tiba dia mendekati angkot dan ngobrol dengan supirnya. Saya diam dan menyimak obrolan mereka.


"Eh, kamu darimana siy sebenernya?" tanya supir

si anak diem aja

"kamu jangan mau terus2an di terminal. Di sini banyak orang jahat." kata si supir lagi.

"Biarin.biarin"katanya berulang2...

Terus si anak mulai bergerak lagi mencari penumpang.

"Kadang saya suka ga tega, Saya biarin dia tidur dan kadang dikasi selimut juga. Wah, anak2 jaman sekarang parah neng,"kata si supir lagi.

"Ya...bayangin aja. Mereka gapapa ga makan selama 5 hari asalkan ngisep lem itu lho neng..."

"Ha? Beneran pak?"

"Iyah... Makanya suka takut juga kalo mikirin masa depan anak-anak kayak dia. Kalo kata saya, kan suka ada berita org yg kehilangan anak tu di tipi. Itu mestinya cari ke stasiun dan terminal kayak gini neng... Banyak banget anak-anak kaya gitu yg ga tau darimana asalnya..."

Saya asik aja memperhatikan dia. Dan membayangkan dia sampe beberapa tahun ke depan masih ada di terminal ini. Banyak sekali pertanyaan yg ada di otak saya.

Akankah dia bertahan, mengingat hidup di terminal ato sejenisnya itu sangatlah rawan? Trs apakah dia akan masih bisa tanpa beban seperti ini jika suatu hari dia sudah mule berpikir ttg hidup? Dimana orang tuanya? Apa mereka tidak mencoba untuk mencari? 2 tahun bukan lah waktu yg sebentar... Dan berapa banyak anak yang punya nasib kaya dia?

Perlahan-lahan angkot yang saya tumpangi bergerak meninggalkan terminal itu, meninggalkan anak itu. Yah...mungkin saja besok saat saya lewat terminal itu akan bertemu dia... Entahlah....

biarkan hujan

"tha, lo ada di kosan? gua ke kosan lo ya...jemput gua..."
begitu kira-kira isi sms-nya

hari itu
sore hari
hujan

saya liat dia
menunggu saya
tampak lemas

sesaat, dia tak menyadari kehadiran saya
sampai akhirnya..

"tha..."

"kangen gua..." katanya sambil memeluk saya

hari itu
setelah sekian tahun
baru saya lihat air mata itu

hari itu
setelah sekian tahun
baru saya lihat pertahanannya runtuh

hari itu
setelah sekian tahun
baru saya lihat dia tidak lagi kuat menahan segalanya

hari itu
sore hari
hujan tak juga reda

tapi tangisannya perlahan mereda

teman,
hari itu saya juga menahan sesak di dada
melihat air matamu

tapi tentunya kau tak tahu
karena saya masih bisa menahannya

biar saja
biar saja kau yang menangis
menangis saja

saya ada di sini
untuk menunggu air matamu kering

dan kita bisa tertawa bersama lagi
menertawai hidup kita

dan secangkir kopi hangat
selalu menemani
setiap obrolan kita

ah, hujan tak jua berhenti

tapi biarlah teman
biar kan hujan

kau di sini saja
habiskan kopi
hisaplah rokokmu
dan menangislah sepuasmu

saya ada di sini
selalu...
untukmu


Bdg, Maret 2008