Dec 22, 2014

22 desember

tidak seperti orang lain, ini adalah hari yg tidak pernah saya rayakan seumur hidup. pun sekedar ucapan saja tidak. kali ini saya juga tidak akan merayakannya... tapi ingin memberikan ucapan.

selamat hari ibu untuk mama di surga :)




















dan untuk mama-mama di seluruh dunia

Dec 2, 2014

...

Ternyata, menulis itu bisa jadi cara untuk mengatasi perasaan kesal dan marah. Ini saya rasakan di tulisan sebelumnya. Saya kesal pada seorang teman dan tidak bisa menguasai perasaan saya, bahkan saya merasa di titik sudah 'berlebihan'. Tapi setelah menumpahkan uneg-uneg saya dalam sebuah tulisan, lebih dari setengahnya perasaan kesal itu terangkat. Walau tidak sepenuhnya mengobati, tapi sangat manjur untuk membuat perasaan jauh lebih baik.

Kini, saya menulis masih dalam rangka kesal. Pada beberapa hal, pada beberapa orang dan pada diri sendiri. Beberapa hari ini saya selalu 'berjodoh' dengan orang-orang yg plintat plintut. Janji begini, lalu dia lupa. Bilangnya iya nyatanya tidak. Sialnya, tuntutan pekerjaan dan keadaan memaksa saya harus menyinyiri mereka. Mulai dari klien, orang di lingkungan kerja, hingga keluarga sendiri. Buat saya dalam kasus ini sederhana saja. Kalau tidak bisa, jangan bilang bisa, kalau iya bilang iya, dan tidak bilang tidak. Jangan repot-repot memoles 'tidak' dengan 'iya, tapi...'. 

Di luar kondisi ini, saya selalu mengingatkan diri sendiri. Jangan terlalu membuang banyak waktu untuk memikirkan orang-orang yang akan membuatmu mengumpat, kesal dan marah. Itu hanya akan menguras banyak energi dan merugikan diri sendiri. Lakukan lah sesuatu untuk mengalihkan perasaan dan pikiran negatif. Itu pesan saya untuk diri sendiri, yg kemudian menguap begitu saja. Saya sudah mencoba untuk selalu berpikir positif, tapi gagal. Juga sudah coba melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti baca cerita lucu, dengar musik, tapi itu hanya mengalihkan sementara. Maka akhirnya saya pilih menulis. 

Oh ya, masih dalam rangka mengurangi rasa kesal, saya juga sedang berpikir untuk mendeaktifkan akun Facebook. Ah, memang saya ini gampang kesal. Makanya saya butuh me-manage emosi sendiri. Saya lihat ada yang upload foto selfie semuka-muka saya kesal, lihat foto yg diedit berlebihan saya kesal, lihat status tidak penting yg di-like oleh si empunya status saya kesal, baca status orang yg 'latah' ngomongin hot topic saya kesal. Alih-alih, saya ingin menemukan cara untuk tidak gampang kesal, ketimbang menyalahkan orang lain. Saya pikir saya harus punya anger management yang bagus. Mungkin energi untuk kesal itu bisa saya salurkan ke hal yg menyenangkan dan bermanfaat bagi diri sendiri. Hm, olahraga mungkin ya? Hunting sepatu olahraga ah... *lho :D