KMF (Komunitas Musik Fikom). Ini adalah sebuah unit kegiatan
mahasiswa di kampus saya dulu, Fikom Unpad. Setiap tahunnya komunitas ini
merekrut anggota baru dan menyediakan wadah bagi mereka untuk berkegiatan
dengan benang merah, musik. Kegiatannya bisa berupa manajemen band,
diskusi/seminar dan yang paling populer -bahkan karenanya tak jarang KMF dicap
sebagai EO- adalah penyelenggaraan event musik.
Biasanya dari sekian ratus calon anggota yang mendaftar
hanya sedikit dari mereka yang bertahan sebagai anggota tetap, mungkin di
kisaran 10%-30% (setidaknya saat saya masih aktif dulu). Well, yg ingin saya
ceritakan sebenarnya bukan KMF. Tapi semua berawal dari sana.
Tahun 2004, tepatnya saya lupa project apa yg sedang kami kerjakan
saat itu. Seperti biasa, kalau sudah ada kegiatan kami bisa sampai malam
berada di kampus. Sore itu, saat semua urusan di kampus beres, saya pulang
ke kosan. Saya dan Fika satu kosan dan karena kosan kami paling dekat dengan kampus, teman-teman yang lain ingin ikut ke kosan sekedar
istirahat sejenak atau shalat maghrib. Dari obrolan 'ngalor ngidul' dan joke 'ntahapa' di kosan, tiba-tiba terbentuklah Keluarga Bawang (Onion Family):
Saya sbg mami
Ena sbg Bawang Merah
Yuli sbg Bawang Putih
Amy sbg Bawang Bombay
Fika sbg Daun Bawang (lho)
Haha yah begitu lah, keisengan yg hingga kini ternyata
langgeng J
Satu dekade berlalu, tiba-tiba saja saya merasa melankolis
sekali begitu flash back kenangan kami berlima, mulai dari masih jadi mahasiswa
hingga kemudian jadi pekerja. Melankolisnya saya dipicu saat jelang pernikahan
Yuli (18 April lalu).Selalu ada kado ‘wajib’ ketika di antara kami ada yg
menikah. Dan saya menyiapkan kado itu. Kado ala scrapbook, tapi berupa frame yang membingkai foto-foto kenangan
kami. Tiba-tiba saja saya jadi terharu. Sepuluh tahun sudah kami jalani sebagai teman, sahabat bahkan keluarga (bawang) hehe.. Ahh, how time flies.
Saya ingat betapa sering dan senangnya kami dulu menghabiskan malam di
balkon kosan Ena, bahkan sampai subuh! Ditemani kopi, kuaci, kue bolu kemasan, yg selalu ada di kosan Ena karena biasanya dia dikirimi berdus-dus oleh
keluarganya. Saya ingat betapa ‘sarap’ nya kami dulu jika sudah berkumpul
dengan teman-teman lain di base camp KMF. Padahal dalam kondisi cape, belum
tidur, harus kuliah, project belum tuntas, tapi entah kenapa itu jadi salah
satu momen dalam hidup saya dimana saya bisa tak memikirkan apapun dan tertawa tanpa henti hingga keram
pipi juga perut! Yaa ini jg karena biasanya ada partisipasi dari anggota KMF lain macam Arya, Alfi, Egus
dan Devi serta teman-teman lain. Saya ingat betapa kami dulu senang ketika tahu
Maliq n D’Essentials akan manggung di Bandung. Awalnya Yuli yg suka, hingga kami
berempat akhirnya ketularan hehe..
Kini, semua tak lagi sama. Untuk bertemu saja susah, apalagi
berkumpul dengan formasi lengkap. Well, sebenarnya kesulitan berkumpul berlima
ini tidak saja pas kami masing-masing sudah bekerja, tapi sudah sejak Fika
pindah kuliah dari Jatinangor ke Bandung, kemudian dia lulus dan langsung
pindah ke Jakarta. Sementara kami berempat masih di Bandung. Alhasil, banyak
sekali momen yg dijalani oleh hanya kami berempat, tanpa Fika.
Hingga kemudian mereka menikah. Saya senang dan beruntung berkesempatan menghadiri hari
bahagia keempat sahabat saya ini. Sayangnya hanya di pernikahan Fika kami hadir dengan lengkap. Sedangkan di pernikahan-pernikahan berikutnya (Amy, Ena, Yuli),
selalu ada saja yang berhalangan *sigh.
Jadi sejak 18 April lalu, resmi sudah semua teman saya
menjadi istri. Fika dan Amy bahkan sudah jadi ibu. Saya bahagia tentu, dan sedih mengingat kesempatan bertemu
akan semakin menipis dengan segala rencana dan kesibukan masing-masing. Tahun
ini, Yuli akan terbang ke London untuk menemani sang suami menempuh jenjang S2
di sana selama satu tahun. Dan kabarnya, kembali dari London mereka akan
menetap di Jakarta. Sementara Ena, pertengahan tahun ini tidak akan meneruskan
profesinya sebagai guru di Bandung karena akan ikut suami tinggal di Jakarta juga, sambil
sesekali ke Bandung untuk menuntaskan S2-nya. Dan Amy, sejauh ini saya kira dia
masih akan menetap di Bandung karena memang keluarganya di sini, dan suaminya
pun bekerja di sini. Saya sendiri, masih belum punya rencana apa-apa. Yg jelas
saya masih suka dan betah di Kota Bandung ini. Berhubung saya masih lajang, jadi
ya rasanya rencana untuk berdomisili dimana dan bekerja apa setelah menikah, masih di awang-awang
:D Kalau rencana dan harapan sekarang sih tentu ada. Saya sedang mencoba menyemangati
lagi diri sendiri untuk mengupayakan beasiswa S2 ke Belanda, ingin traveling ke
tempat-tempat yg belum pernah saya datangi, ingin memulai bisnis sendiri, dan
ya tentu saja ingin menikah :D (Amin), dan Amin juga untuk semua rencana para
sahabat saya di sana :)
After all, selagi jaraknya masih Jakarta – Bandung mestinya
kita masih bisa bertemu lah ya beberapa kali dalam setahun hehe.. Best wishes
for all of us, my Onions.. Keep in touch and we’ll see each other sometime
soon, right?!
xoxo
