melihat pemandangan ini, biasanya saya selalu sedih. tidak akan bisa berlama-lama menatapnya karena pasti berakhir dengan menangis. tapi hari ini berbeda.
***
dari tadi saya duduk di balik laptop. menatap layar dengan tangan sibuk menari di atas keyboard. ahh, memboyong kerjaan saat mudik lalu berkantor di teras rumah itu ternyata menyenangkan.
mendung dari tadi akhirnya meneteskan gerimis. semakin dingin saja. sesekali mata saya beralih dari depan layar, curi pandang ke 'potret hidup' di depan saya. entah, rasanya tenang.
kesekian kalinya saya teguk kopi dingin lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling. indah ternyata. ada bukit jika saya melirik ke kiri depan. ada bukit lainnya jika saya menoleh ke belakang. sisanya, rumah-rumah tetangga, jalanan yang diguyur air hujan lengkap dengan aroma tanah yg khas. sesekali terdengar deru mesin motor berlalu lalang.
pemandangan yang sudah saya akrabi sebenarnya sejak kecil. ya, kecuali pemandangan di depan saya ini. baru hadir 7 tahun belakangan. entah kenapa, dari tempat saya duduk sekarang, saya bahkan bisa 'menikmati' pemandangan ini sembari tersenyum, seolah dia juga melihat saya dari sana, dan ikut tersenyum.
hi, dad! :)
-bukittinggi, 07/09/11-
