Saya sering mendengar kata-kata "benci dan suka itu bedanya tipiiiis sekali"...Sebelumnya saya sekedar percaya saja, tapi kini saya benar-benar percaya...Jika banyak orang yang bilang jangan terlalu benci nanti bisa jadi suka, maka kasus yang dialami seorang teman saya berangkat dari kondisi sebaliknya, awalnya suka skrg malah benci ...
Saya rasa hal ini karena ketika kita sangat menyukai seseorang, selalu ada ekspektasi bahwa kita ingin semuanya serba sempurna dari dia, baik sikap maupun ucapan. Dan ketika kita tidak mendapatkannya, kita jadi kecewa, kecewa itu menumpuk, jadilah sakit dan lama-lama benci... Hahahaha ini siy teori sederhana yang langsung terpikir oleh saya ketika sang teman curhat.
Intinya memang tidak baik bukan kalo segala sesuatu itu berlebihan? Ketika kita sampai pada titik ambang batas atau bahkan melewatinya, maka kita telah memasuki area yang kontradiktif dari sebelumnya... Bagi yg tidak masalah dengan itu yaa sebenernya juga tidak ada yang perlu dirisaukan, tapi pada kasus si teman, dia menjadi bingung sendiri dengan perasaannya. Selama ini karena satu dan lain hal, dia memang selalu berusaha keras menetralkan rasa sukanya menjadi rasa yang disebut "normal", tapi tidak menduga bahwa seiring waktu berjalan, alih-alih berhasil dengan usahanya itu, ia malah "terperosok" ke rasa yang benar-benar berseberangan dari yang ia rasakan sebelumnya.
Saya? Hanya bisa tersenyum sambil memberikannya sedikit kata2 ajaib so called advice...
Well, just be wary of such "overly" word
