Feb 24, 2012

LESLIE FEIST

Bagi saya, ada yg berbeda jika bicara musisi perempuan atau band yang memiliki frontwoman. Ada rasa kagum, suka, juga iri kenapa saya ga bisa kaya mereka (Iri?! haha boro-boro bikin musik, main musik aja ga bisa, nyanyi jg fals).

Dan dia adalah perempuan yg saya kagumi pertama yang saya liat live-nya (kalimat yg ribet). Maksudnya, saya suka musisi perempuan, dan dia adalah salah satunya. Lalu dia adalah perempuan pertama yang saya lihat konsernya secara langsung (kalimat yg lebih ribet). Ah sudah berapa karakter ini yg saya habiskan untuk menjelaskan kalau dia adalah perempuan pertama yang saya suka dan lihat konsernya dan dia termasuk musisi yg saya kagumi. (Ok, cukup!)

Jadiiiii 15 Februari kemarin akhirnya saya lihat konser FEISTTTTTT! Nama aslinya hanya satu T, itu saya pake banyak saking senangnya (ya beklaah, semua aja dijelasin).

Sebelum konser, saya sempat menunggu teman yg telat karena macet, sesuatu yg memang sudah biasa di Jakarta? Tapi saya sih ga biasa. Ya ampun ya Tuhan, naik ojeg menerjang badai kemacetan warga ibukota pulang kerja, sungguh sesuatu yang...err berkeringat, berdebu plus deg2an karena abang ojeg ga tau dimana Bengkel Night Park, venuenya. Saya sempat tanya ke yg lagi duduk santai di sekitar Pacific Place, dia malah nunjukin ekspresi 'kenapa mesti nanya gua sik? Pergi lo!' Trus ada lagi satpam yg ngejawab 'aduh saya masih baru di sini'  Yak, sungguh suatu kebetulan saat tengah bingung seperti ini saya bertanya pada satpam baru, padahal ga ada label lho di jidatnya. Akhirnya saya pilih memasrahkan ojeg itu pergi ketimbang memaksa dia berkeliling mencari venue konser.

Di depan Pacific Place, saya naik ojeg (lagi). Begitu saya sebut Bengkel, si abang langsung nyahut pertanda dia tahu. Di jalan kami sempat ngobrol. Si abang sempat curhat kalo dia dan tukang ojeg yg lain ga berani nongkrong di sekitar Bengkel meski banyak orang yg bisa saja butuh jasa mereka sepulang nonton konser. "Ga berani mbak. Kan ada taksi. Lagian yg ke sana pasti orang kaya semua, uang parkirnya aja 20ribu, kalo ga bawa mobil ya pake taksi, mana mungkin naik ojeg." Hati ini pun berkata 'nah bang, karena gua naik ojeg (bukan taksi), jadi nanti jangan narik ongkos kemahalan hihi.'

Yasudah, ga usah panjang lebar cerita ngapain aja sebelum nonton konser (lha, dari tadi?!). Menunggu sekitar 3 jam di venue tiada lah mengapa pemirsa, jika engkau melihat penampilan ciamik nan kece lagi keren dan menawan dari Mba Leslie. 

Tidak seperti kebanyakan orang yg ngarep lagu favorit mereka dibawakan meski berujung kecewa, saya sih sudah menduga kalau Feist tidak akan membawakan lagu yg saya nanti. Pokonya saya bisa menerawang kalo dia tidak mungkin membawakan "We're All in the Dance" pun "Brandy Alexander" meski saya masih berharap. Ibarat orang kalo diputusin sama pacar yg masih disayang, dia selalu berharap meski tau ga mungkin balikan. Nah begitu kira2 saya malam itu. Bedanya, meski harapan saya tidak terkabul, saya tidak galau, merasa hampa dan ingin lari ke pojokan kamar lalu nangis dalam gelap sambil ngaduk racun. Lagian jauh cuy, kamarnya di Bandung.

Eniwei, Mba Leslie tahu sekali gimana bikin orang kagum dan terpukau. Tampilan dia  biasa saja, sederhana. Tapi memang begitu sih orangnya, suka yg simpel2 (macam kenal). Suara bening, permainan gitar keren. Orangnya hangat dan senang berinteraksi pula. Hehe maaf ya tantee, tadinya saya kira situ galak lhooo *sungkem. Etapi bagus juga kalo malam itu dia rada galak, kaya Thom Yorke, biar penonton yg berisik waktu konser pada diusirin. Karena dari penerawangan (ya saya memang hobi menerawang), tidak sedikit mereka yang malah asik ngobrol dan rumpi sama teman-temannya selama Feist perform. Meh, ngobrol doang mah ga usah di konser Mba, di parkiran sana! *timpuk sound system.

Oya, di awal kan tadi saya bilang kalau saya punya kekaguman sendiri pada musisi perempuan. Saya suka Bjork (yang saya lewatkan konsernya di thn 2008 lalu karena waktu itu saya baru 3 hari keterima kerja, dan bisa dipastikan saya akan terima surat pemecatan sepulang nonton beliau). Yah, Bjork akan datang ke sini lagi kok, yakin saya waktu itu yg sampai tahun ini BELUM terbukti *garuk2 dinding. Dan Imogen Heap. Yg 'katanya' waktu itu tampil dg konsep panggung keren. Saya lupa kenapa saya melewatkannya. Tapi saya sempet ngarep saat teman memberikan live report kalau Imogen bilang akan kembali di penghujung tahun. Dan tidak terbukti juga sampai tahun ini *garuk2 pantat.

Tapi yg jelas saya senang sekali setelah nonton Leslie Feist. Dan menunggu Bjork kembali, juga Imogen Heap, lalu ingin menyaksikan langsung performa Karen O bersama YYY's, Florence and the Machine, Mum, Adele dll lah.

Karena temanya musisi cewe, yaa saya sebutin segitu aja lah, yg lagi kepikiran. Nah kalo temanya melebar ke musisi secara keseluruhan maka akan panjang lagi, karena musisi cowo yg saya suka lebih banyak hihi. Udah ah.