Dec 21, 2013

Beware, Online Buyers!

Saya mulai terbiasa belanja online sejak 2008. Alasannya, saya termasuk orang yg malas ke pusat perbelanjaan utk berburu barang (murah meriah). Yaa kecuali kalau ada teman, bisa dibawa seru aja. Nah, teknologi bernama internet yg dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan termasuk jual beli dlm beberapa tahun terakhir telah jadi solusi utk orang-orang macam saya haha.

Bagi sebagian orang, mereka menghindari online shopping khususnya utk kebutuhan sandang seperti pakaian atau sepatu, lebih karena tidak yakin dg ukuran atau takut warna dan bentuk tak sesuai gambar (harapan?). Alasan itu bisa diterima sih, mengingat saya juga tidak selamanya puas dengan ukuran, warna dan bentuk barang yg saya beli online karena (sedikit/banyak) berbeda dengan yg di gambar. Tapi overall, saya puas.

Dalam kurun setahun terakhir saya tak cuma belanja pakaian, tapi juga mulai merambah (cailaah) ke barang elektronik, dan perangkat seperti hard disk eksternal, power bank, sampai hp. Baru-baru ini saya butuh modem dan memutuskan membeli via online lalu mencarinya di TokoBagus dan Kaskus setelah mengetahui bahwa situs yg biasa saya kunjungi untuk membeli perangkat sejenis, tidak menjual modem dan kalau pun ada melebihi budget.

Saya sudah memutuskan untuk membeli salah satu rilisan modem berinisial H. Saya cari dan bertemu dg salah satu penawaran menarik di TokoBagus. Saya kontak orangnya, sayang saya terlambat karena barang sudah sold. Jeda beberapa jam saya coba cari lagi dan menemukan modem tipe yg sama dg penawaran jauh lebih menarik. 

"Ngabisin stock terakhir aja" tulisnya di awal iklan seolah menjelaskan kenapa harga barangnya sangat miring.

Lalu deskripsi iklannya disertai spec modem dan alamat tokonya di daerah Cilincing, Jakarta Utara (ini yg membuat saya yakin). Di akhir iklan jg dia sempat meyakinkan bahwa ini bukan aksi tipu-tipu dan kalau tidak percaya silahkan datang langsung ke alamat yg dia sebutkan. Biasanya salah satu ciri penjual yg jujur dia menerima COD alias transaksi langsung. Dan dengan dia memberikan alamat, saya pikir ya 'kenapa tidak?'.

Langsung saja saya SMS dan dia menjawab singkat. Gaya melayani pembeli dg menjawab SMS singkat seperti ini sering saya jumpai dari penjual per orangan. Singkatnya dia berikan saya nominal yg harus ditransfer. Oya, saya kebetulan hafal juga ongkos kirim Jkt-Bdg via JNE itu 9000, dan benar saja dia memberikan nominal 160 rb (harga barang) + 9 rb ongkos kirim jadi total 169 rb. Dia bahkan sempat mengingatkan "Kalau barang mau dikirim hari ini, transfer sebelum jam 4 ya, kalau lewat dari itu saya cancel otomatis. Serious only ya gan". Semakin yakin lah saya. Dan sejam kemudian saya transfer. Saya konfirmasi ke dia dan sempat pula dia mencoba verifikasi dengan menanyakan saya transfer pake bank apa dan atas nama siapa. Akhirnya saya berikan alamat dg harapan barang langsung dikirim. Jam 5 saya tanya lg, dia bilang di sana hujan jadi dikirim besok pagi. Saya tidak keberatan. Besoknya pkl 11 siang saya SMS menanyakan no.resi pengiriman tapi dia tidak balas. Sorenya saya kontak lagi dan dia akhirnya balas.

"ohh iya, saya lg makan di luar dulu sama anak2. nanti begitu balik langsung saya kasih"

Lagi-lagi saya ok. Tapi setelah itu tidak juga dia kabari. Besoknya saya memilih utk menunggu barang tiba. Karena jika dikirim Sabtu harusnya Selasa atau Rabu sudah saya terima. Rabu sore barang belum sampai, saya telpon nomornya tapi tidak aktif. Sampai malam saya coba kontak, NOMORNYA TETAP TIDAK AKTIF!

Saya mulai kelabakan, kesal ga karuan. Tapi mulai berpikir utk sabar dan ikhlas saja bahwa kemungkinan besar penjual bernama GILANG dg nomor kontak 087838392124 itu PENIPU. Saya lupa nama akunnya di TokoBagus (kalau tidak RHAMACELL atau yg mirip-mirip itu lah). Ya, memang saya resmi ditipu setelah seminggu lebih barang tidak sampai!

Jadi berhati-hati lah saat belanja online. Saya pernah berburuk sangka terhadap pembeli yg statusnya masih 'newbie' di Kaskus, tapi ternyata barang yg saya beli sampai. Pernah juga saya beli barang dari pembeli yg akunnya tidak diverifikasi TokoBagus, tapi barangnya sampai. Jadi intinya memang harus ekstra hati-hati karena kini penjual sudah semakin 'pintar' menipu: 

1. Mencantumkan alamat, seolah dia siap jika ada yg mau beli secara langsung. Biasanya pencantuman alamat atau COD itu nilai plus bagi penjual di mata pembeli karena berarti keberadaannya jelas. 
2. Pernyataan 'No Tipu-Tipu, Serious Buyer Only' juga tidak bisa dipercaya begitu saja meski kesannya dia 'ogah' berurusan dg pembeli yg ga jelas karena dia adalah penjual yg 'jelas'.
3. Jangan tertipu juga dengan cara dia menjawab sms yg singkat-singkat seperti saat kita bertanya 'barang masih ada? berapa kl dikirim ke Bdg?' dan dijawab 'msh, 169rb.' Ini gaya khas penjual per orangan (kalau dari pengalaman saya sih). Mereka tidak kenal standar customer service yg diterapkan perusahaan penawar barang/jasa, apalagi kalau harga barangnya rada miring, mereka jadi rada 'belagu' karena banyak peminat :D
4. Peringatan semacam 'kalau jam 4 belum transfer saya cancel otomatis ya. serious only gan, coz banyak yg minat.' Kalimat seperti ini baru saya sadar telah jadi bagian dari upaya penipu utk meyakinkan pembeli sehingga ada kesan bahwa barang ini banyak peminat, jadi kalau Anda tidak mau, ya masih banyak yg ngantri. Secara psikologis kita akan semakin terdorong utk membeli.

Kesimpulannya, cara penipu berjualan dan melayani pembeli kini sudah tidak bisa dibedakan dg penjual sungguhan. Selama ini kita bisa dg mudah menilai ini penjual atau penipu. BIASANYA (artinya ini tidak berlaku keseluruhan ya), penjual yg nipu tidak mau COD atau memberikan alamat, fotonya bukan foto hasil jepretan sendiri tapi hasil googling, harganya lebih murah bahkan selisih agak jauh dari yg lain. Oya, satu lagi, kita tidak bisa lacak track record dia sebagai penjual. Ya, biasanya selain COD dan alamat, testimoni/track record cukup ampuh meningkatkan kepercayaan pembeli.

So beware, online buyers! :)


Oct 8, 2013

Dasar Kau PENIPU!


Saya pernah menulis tentang pengalaman kecurian. Saat sedang meliput sebuah acara musik di lapangan Gazibu Bandung beberapa tahun lalu.

Kini, saya kembali ingin menulis pengalaman buruk, untuk sekedar berbagi dan peringatan kepada yang lain. Kalau sebelumnya ponsel yang hilang, kali ini uang yang hampir melayang.

Di kantor selain bertugas di redaksi, saya juga sudah beberapa bulan ini terjun mengelola music store yang dimiliki perusahaan. Selain pengelola keuangan saya juga bertugas dalam melayani jual beli. Tanggal 3 Oktober siang, nomor 085222256797 menelpon ke hp store yang langsung saya angkat.

Seorang Bapak berlogat Batak (mengaku bernama Budiman) ingin beli CD Seringai. Dia bilang ingin beli dalam jumlah yang sangat banyak yaitu 100 CD dan saya tak menyanggupi itu mengingat stock yg ada hanya 30 an. Saya agak curiga awalnya karena gaya bicaranya (gaya bicara ya, bukan logat!), aneh juga dia beli CD macam Seringai, tapi karena dia bilang yg beli ini teman-temannya, ya sudah. Lagi pula mungkin saja dia beli banyak biar dapat diskon dan kemudian dia jual lagi. Intinya masih terlalu dini untuk curiga. Dia kemudian menanyakan proses transaksi yang kemudian saya jelaskan bahwa barang dikirim setelah uang ditransfer. Akhirnya dia minta 20 CD + 10 DVD (Seringai). Saya sms ke dia total harga berikut diskon dan no.rekening (atas nama pimpinan saya). Dia kemudian menanyakan no.hp pimpinan saya yg namanya tertera di rekening. Saya aneh. “Biasanya kalau mau beli, cukup ke nomor ini saja Pak, soalnya pimpinan saya tidak menangani langsung jual beli,” terang saya yg langsung dia jawab dengan alasan ingin konfirmasi saja. 

Tak lama, dia menelpon kembali dan mengatakan kalau pimpinan saya kurang ramah dsb.sehingga dia ingin berurusan dengan saya saja, lalu minta no.rekening BCA atas nama saya, agar gampang konfirmasinya. Saya kroscek ke pimpinan saya dan beliau dengan tegas meyakini bahwa itu penipuan (berdasarkan pengalamannya menerima telpon dari gaya bicara yg tipikal). Pimpinan saya meminta untuk berhati-hati. Saya kira karena saldo atm saya kosong yaa tak ada yg perlu dikhawatirkan.

Sorenya Pak Budiman meminta saya untuk mengecek karena dia sudah transfer. Saya langsung cek via i-banking yang ternyata tidak bisa diakses, mungkin karena rekening saya yg ini sudah beberapa waktu tidak digunakan. Saya bilang ke dia akan coba ke atm terdekat untuk mengecek. “Nanti kalau sudah berada di atm telpon saya Mba,” ingatnya. Yang membuat saya agak mengernyitkan dahi, kenapa saya harus telpon dia pas di atm? Dan benar saja, saya tidak bisa mengakses rekening karena kartu atm nya juga sudah expired (hahaha). Akhirnya di telpon saya minta Pak Budiman untuk mengirimkan bukti transfer saja via BBM. Pak Budiman terdengar panik, dia bilang bukti transfer nya ada di teman. Yang makin membuat saya merasa aneh, bukannya mengontak teman yang memegang bukti transfer, dia malah menelpon HALO BCA dan meminta saya untuk ngobrol langsung dengan CS nya, jadi lah semacam tele conference. Dia sengaja memperdengarkan bunyi hp nya saat mengontak HALO BCA, kemudian saya dengar suara khas CS menyapa dan saya bilang kalau saya tidak bisa mengakses rekening saya. Si CS ini kemudian menegaskan bahwa sudah ada dana sejumlah 1.020.000 di rekening saya saat ini, dia kemudian menawarkan untuk memindahkan dana tsb ke rekening lain, karena saya tidak bisa mengecek dana itu. Saya langsung setuju dan meminta dia memindahkannya ke rekening BCA kantor, atas nama pimpinan saya, dan dia menanyakan apa kartu atm nya ada di saya yang langsung saya jawab ‘iya’. Dia meminta 3 digit angka yg tertera di kartu atm.

Tak lama, si CS meminta saya langsung mengecek via atm karena dia sudah transfer dana tsb. Saya cek saldonya ternyata masih sama. Kemudian dia menegaskan bahwa untuk menerima dana tsb, saldo minimal rekening adalah 1 JUTA (?!). Dia kemudian meminta saya menggunakan rekening lain, baik BCA atau pun BANK LAIN. Ok, akhirnya saya pakai satu-satunya rekening yg saldonya ‘mencukupi’ dan kebetulan BCA juga. Dia kembali meminta 3 digit nomor kartu atm dan tak lama kemudian mengatakan kalau sudah ditransfer. Ok, akhirnya saya cek, dan ternyata SALDO MASIH SAMA. Akhirnya dia meminta saya untuk melakukan aktivasi transfer atau apa lah yg terdengar tidak terlalu jelas. Tiba-tiba dia mengarahkan saya ke halaman TRANSFER (??). Saat dia meminta saya memasukkan angka di halaman nominal transfer, saya merasa INI TIDAK BERES. Dengan cepat saya tekan cancel dan saya cabut kartu lalu saya meninggalkan atm. Si CS mulai terdengar panik dan terkesan MARAH. Nada bicaranya sudah tidak sabaran dan lama-lama logatnya jadi sama dengan Pak Budiman (??). 

Saya kesal dan cape!

Dia terus saja berceloteh kalau proses itu sedikit lagi dan kalau uangnya tidak segera dicairkan, akan hangus bla.bla.bla. Saya bersikeras mau mengurus semuanya langsung ke bank. Dan saya kemudian tegaskan ke Pak Budiman kalau dia tidak perlu khawatirkan soal uangnya karena barang pesanannya akan tetap saya kirim (sebenarnya ini lebih ke pancingan, karena ANEH saja kalau dia meributkan uang sudah diterima atau belum, sementara dia sama sekali tidak merisaukan barang pesanannya). “Kepentingan Bapak kan cuma barangnya, jadi tenang saja, saya akan kirim barangnya dan soal uangnya nanti itu urusan saya.” Akhirnya dia menyerah. Sebelum menutup telpon saya sempat dengar dia ngomel-ngomel.

Saya yakin dia PENIPU karena sejak kejadian itu sama sekali dia tidak mengontak lagi untuk menanyakan pesanannya (haha). Jadi waspada lah! Menurut saya ini bukan hipnotis atau apa lah yang marak diberitakan. Ini seperti permainan/skenario yang sudah dirancang untuk menjebak target. Kalau kita terjebak ya ujung-ujungnya bisa tertipu juga!




Sep 19, 2013

I Look

Jadi sebenernya ini minat saya yang tidak banyak diketahui orang lain. Khususnya 2 tahun belakangan saya mulai senang mengikuti segala sesuatu berbau fashion, baik membaca artikel, melihat gambar dan menyimak tips padu padan busana. Sampai akhirnya saya berkenalan dg online shop dan mulai 'gila' belanja apa pun yg saya suka :p

Syukurnya saya tidak kalap, karena pada dasarnya saya orang  yg tidak gampang suka dengan bentuk, model, motif. Saya bukan orang yang trendy juga, yaa meski ada saja barang yg saya beli motif/modelnya (kebetulan) sedang trend. Intinya sih saya suka busana tak peduli motifnya apa (eh, kecuali motif kulit hewan kayanya), dijual dimana dan kapan. Well, kalau harga tetap jadi patokan sih hehe. Maksudnya saya bukan orang yg mau kebablasan beli sesuatu seharga gaji karena menurut saya sejauh ini belum ada item fashion yg se-worth it itu haha..

Ok, di sini saya mau sedikit me-review outfit yg pernah saya pakai dalam berbagai occasion.

Wedding
Ini baju yg khusus dijahit untuk nikahan salah seorang teman dekat. Tadinya sudah menyiapkan baju siap pakai, tapi akhirnya berubah pikiran dan bersama teman-teman yg lain saya beli bahan satin dan tulle berwarna maroon. Btw, itu tulle nya two tones, tidak hanya maroon tapi juga ada sentuhan green (yg tak terlalu terlihat di foto). Hasil jahitannya tidak sesuai dg kemauan saya sih, yg menginginkan dress satin dg model tube dan bagian atas tulle dengan model bolero.. Tapi mengingat penjahitnya mampu menyelesaikan dress ini dalam beberapa hari saja (sesuai keinginan) ditambah saya sendiri tidak bertemu langsung dg orangnya (karena dititipkan ke teman) yaa bisa dimaafkan lah. Basically ini mini dress dg model biasa yg bagian dalamnya berbahan satin dan bagian luar dilapisi tulle berwarna senada. UNTUNGNYA, kami pilih bahan tulle (bukan brokat), karena bahan ini memiliki motif bunga timbul dan benang mengilap yg membuatnya terkesan mewah (meski model dressnya  biasa). Mungkin akan beda cerita kalau bahannya brokat :D 

But somehow, bagi beberapa teman saya mungkin dress ini terlalu 'berlebihan' / 'tidak biasa' atau apa lah, yg jelas mereka pikir saya mau dangdutan :))




















Sementara di wedding lain, saya memilih dress siap pakai. Beberapa ini contohnya:

Korean style :D

























Indonesian style


































Nah, yg di bawah ini bukan wedding, tepatnya ini bachelorette party teman kami, Devi. Dress codenya, pink! Oh well, saya tidak punya dress/pakaian semi formal bernuansa pink. Memang sejak beberapa tahun lalu saya sudah tidak lagi menggemari warna tertentu, tapii tak banyak barang saya yg berwarna pink. Salah satu yg saya punya adalah atasan kaos lengan panjang dengan kerah lebar ini. Saya putuskan pakai 'kaos' itu saja, tapi agar tak terlihat biasa, saya akhirnya beli rok putih bahan katun dan menambahkan pita hitam di bagian pinggang plus kalung hitam dan wedges hitam, juga tas putih bernuansa ungu (yg tak terlihat di foto :p). Oya, Amy dengan baik hatinya mengepang rambut saya. Ini cukup menyelamatkan penampilan, mengingat setiap datang ke acara formal saya bermasalah dengan bentuk rambut. Karena saya menghindari catokan plus tidak punya keterampilan membuat kepangan atau kreasi lainnya dengan rambut. Satu-satunya yang saya bisa lakukan dengan rambut hanya kuncir kuda.

















Lebaran
Setelah beberapa kali lebaran berusaha pake baju samaan dg adik, saya pikir baru tahun ini yg rada berhasil hehe.. Hm, yg samaan cuma roknya siih :D Kali ini kami pilih rok batik hijau motif bunga dengan variasi warna coklat. Untuk atasannya cuma menyamakan warna, broken white. Saya sendiri pake cardigan dengan daleman hitam ditambah belt hitam plus kalung panjang hitam (menutupi bahan kaos dari cardigan yg terlalu biasa untuk acara seperti Lebaran). Sementara adik saya pakai blouse lengan panjang warna gading dengan aplikasi kerah bentuk segitiga dan kerudung hijau tua senada dengan rok. 




















Leisure
Untuk acara santai dan jalan-jalan saya berusaha pilih yg nyaman. Misalnya saat jalan ke Taman Bunga Nusantara, saya pilih kemeja katun putih dengan rok merah (warisan ibu) dengan sling bag coklat tua, kalung simpel warna coklat dan sandal tali warna pastel. Pilihan yg sukses membuat saya diledek seperti anak SD lagi tamasya. Yeah, saya memang (terlihat) semuda itu *ngok :p





















T-shirt kuning, cardigan panjang coklat, celana panjang hitam, tas hitam + sun glasses dan sandal tali coklat muda. Siap jalan-jalan di Braga! :D (err, have no idea with the necklace hehe)






















Lalu yg ini acara foto sekaligus piknik di Katumiri, Cimahi, sesaat sebelum sahabat saya, Ipeh melepas masa lajang. Konsepnya, setelah foto pre-wed, di lokasi yg sama Ipeh ingin berfoto dengan para bridesmaids-nya yg berdandan ala peri (tanpa sayap) hihi.. Well, untuk acara ini saya pilih mini dress toska dengan daleman putih + shawl tosca-pink dengan aksen glitter, mahkota bunga dan keranjang bunga. Hm, cukup pantes jadi (fairy) bridesmaid kan?! :D


Sep 2, 2013

Gara-gara stalking...

Buka Facebook malam ini dan stalking beberapa akun teman, ternyata berefek pada munculnya rasa sirik, sesal dan rendah diri.

Beberapa hari lalu seorang teman setengah menyindir berkata, "Oh temen lu udah ada dimana-mana ya, di UK, US, Jepang, Belanda. Lu masih di sini aja nih?"

Spontan saya jawab, "Ho oh. Awalnya gua kepikiran sih, tapi lama-lama jadi cape sendiri, kalau ngeliatnya begitu terus, ya ga akan ada habisnya."

Saat mengucapkan itu, saya yakin setiap orang sudah ada jalan masing-masing. Tempatnya masing-masing. Terlepas bahwa saya juga percaya, kalau kita bisa saja seperti orang lain ASAL berusaha.

Saya baik-baik saja beberapa hari lalu, besoknya, kemarin. Sampai akhirnya tadi (kembali dan lagi-lagi) saya lihat beberapa teman yang baru saja meraih achievement, dan saya mulai tidak yakin dengan pikiran sendiri, mulai sirik, menyesali diri. Lalu terpojok.


Aug 22, 2013

Hari Ini, Setahun Lalu

Jadi, saya baru saja ingat hari ini ternyata 22 Agustus dan baru ingat momen satu tahun lalu.

Waktu itu saya masih libur lebaran di kampung halaman, dan sedang dalam sebuah perjalanan bersama adik. Kemudian saya terima pesan singkat, butuh sejenak untuk kemudian saya membalasnya, lalu tersenyum, dan tersenyum.

Setahun dilalui, ada tawa, juga tangis. Semoga tahun-tahun berikutnya akan lebih banyak tawa :D

Aug 19, 2013

Langkisau : A Happy Ending

Ajakan untuk mengadakan perjalanan di libur lebaran taun ini langsung saya iya kan mengingat tahun ini saya bertarget traveling sebanyak minimal 2 kali lagi. Pilihan jatuh ke Pulau Pagang yg masuk dalam kawasan Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Ditugas kan lah satu orang teman yang berdomisili di Padang untuk survey harga dan kondisi di sana. Namun beberapa hari menjelang tgl 11 Agustus, waktu yg disepakati untuk bersenang-senang, Chachai yg melakukan survey memberi kabar bahwa kapal utk menyeberang ke pulau itu sangat penuh. Jadi disarankan untuk mengganti destinasi saja. Saya tak keberatan.

Masih di Pesisir Selatan, pilihan akhirnya jatuh ke Pantai Carocok dan Bukit Langkisau. Tgl 10 Agustus siang saya berangkat dari Bukittinggi menuju Padang. Jika biasanya jalur yg dipakai melewati Padang Panjang, kali ini supir travel berinisiatif memakai jalur alternative, mengingat gilanya kemacetan rute Padang Panjang jika libur lebaran seperti ini. Malalak, nama jalur alternative itu. Namun karena memakai jalur ini,  yang artinya harus sedikit 'memutar', kami dikenai biaya tambahan 20 ribu meski sebelumnya sudah membayar 40 ribu. Anehnya, biaya tambahan ini diminta langsung oleh supir dan dibayarkan saat penumpang sampai di tujuan. Yah, jelas ini uang masuk ke kantong pribadinya sih. Tapi worth it lah. Karena ternyata saudara saya yg hari itu menempuh jalur via Padang Panjang harus menempuh perjalanan 3-4 kali lebih lama (yg artinya tidak kurang dari 8 jam!), sementara kami yg memakai jalur alternative perlu sekitar 3 jam saja (hanya 1 jam lebih lama dari waktu normal). Kelokan-kelokan tajam di jalur Malalak beresiko jackpot bagi yg tak biasa, tapi setidaknya terhibur dengan melihat ini:



Saya memilih menginap di rumah Chachai sehari sebelumnya agar bisa lebih santai berangkat jalan-jalannya. Karena jarak Pesisir Selatan jauh lebih dekat dari Padang ketimbang Bukittinggi.

Namun, kabar tak enak datang sejam sebelum kami seharusnya dijemput. Teman yg punya ide jalan-jalan ini sejak awal, sekaligus juga penanggung jawab transportasi, batal ikut karena sang ibu sakit. Saya bingung, dan tetap berharap bisa memakai kendaraan yg sedianya akan dia pakai hari itu. Namun, tak ada balasan sms. Telpon pun tak diangkat. Kami berdua akhirnya mencoba menghubungi teman lain yg tadinya juga akan ikut. Sama saja, mereka tak bisa dihubungi. Chachai yg tak enak karena saya sudah jauh-jauh datang dari Bukittinggi, akhirnya berusaha mengupayakan agar rencana jalan-jalan tetap terlaksana.

Singkat cerita, orang tua Chachai berbaik hati meminjamkan mobil untuk kami pakai. Biar rame, Chachai mengajak adik dan juga sepupunya, jadi lah itu acara keluarga Chachai + saya sebagai outsider :D

Perjalanan Padang - Pantai Carocok kami tempuh selama kurang lebih 3 jam. Saat sudah memasuki kawasan wisata ini, ternyata antrean mobil ‘mengular’ dan membuat semangat sempat drop. Belum lagi kami berempat kelaparan. Daaan, memasuki kawasan pantai, pemandangan hampir tak bisa dinikmati saking ramainya pengunjung. Saya terus saja bergumam ‘ini pilihan yg buruk’. Ya, berkunjung ke tempat wisata di hari terakhir libur lebaran itu memang ide buruk. Tak ada tempat yg tenang untuk sekedar bersantai sejenak menikmati pemandangan. Tak ada spot berfoto tanpa ada orang lain yg ikutan in frame

Tapi ya, saya juga tak mau menghabiskan momen ini cuma mengeluh dan kesal. Toh, kalau mau sedikit susah menyeberang laut selama 5 menit dari pantai ke sebuah pulau kecil dekat situ lalu berkeliling mencari spot yg ‘sedikit’ sepi, kita bisa tetap enjoy kok :)


Yaa meski niat untuk mencoba banana boat dan wahana lain juga terpaksa diurungkan karena antrean yg masih jauh.

Jadi, kami memutuskan tak berlama-lama di sini dan berencana melongok Bukit Langkisau sejenak. Fyi, sebelum masuk Carocok, kami sempat berpikir untuk melewatkan saja bukit ini karena padatnya kendaraan dan rute ke sana yg cukup membingungkan. Untung saja kami tidak benar-benar melewatkannya. Karena saya tak akan bisa memaafkan diri sendiri kalau waktu itu sampai melewatkan INI!!!


Ya ini, sodara-sodara! Kekesalan, kelelahan dan semua yg menyebalkan hari itu sirna begitu melihat ini. Kalau di drama, film, sinetron atau apa lah itu, kita sering melihat hal-hal tak menyenangkan sepanjang cerita dan di akhir cerita baru hal menyenangkan muncul. Kurang lebih begitu lah perjalanan hari itu. ‘Ini yg namanya Happy Ending,’ kata Chachai. Yeap, jika bagi kebanyakan orang Langkisau itu indah, memesona dan sebagainya, bagi kami Langkisau itu ya sebuah Happy Ending dari cerita perjalanan kami hari itu..

Cheers :)




Aug 17, 2013

A Letter to Heaven



Hello Old Man,
It’s been years since I last saw you.
How are you?
Still speaking gibberish?
Or, farting loud? 
And hey, do you still asking someone to scratch your back? 
I bet they don’t do any better than me. Oh well, u should have been missed me, eh?

No worries, soon I’ll scratch your back again, and give you back massage, head massage. And I’ll be your best listener when you speaking gibberish then farting, then speaking and farting again. I’ll just listen to you. Anything! So you can feel happier to have me.. 

I just really miss u, Old Man!

-your stubborn little girl-

Mar 11, 2013

i am a 28 y/o woman!

genap sudah 28 tahun saya hidup di muka bumi ini. bagi saya, ini angka yg banyak. dan semakin banyak angkanya, semakin banyak pula tanggung jawab saya.

mudah2an saya siap. apapun yg sedang menunggu di depan. doa saya, semoga saya jadi manusia yang berguna untuk siapapun dan apapun, serta lebih ikhlas dan bijak dalam menghadapi apapun (asik).

yah, pagi ini suara ucapan selamat pertama datang dari ibu di ujung telpon. di akhir pembicaraan, pesannya cuma satu, "ingat umur ya" haha tau lah ya itu bahasa halus dari "kapan sih kamu nikah?"  :D

tapi dibanding ulang tahun sebelumnya yg rata2 disertai doa "cepat menikah", sekarang ucapannya tidak terlalu membuat saya 'tertekan' :)) kebanyakan doa yg baik secara umum (semoga bahagia, sehat dan sukses).

well, makasih yaa teman dan saudara yg memberi ucapan dan menyampaikan doa2 terbaiknya. saya senang dan terharu :) lebih dari itu saya merasa tenang, karena tahu banyak doa terbaik untuk saya.

i feel blessed. and  it's more than anything!


thanks a bunch :D

Feb 26, 2013

The Stone Roses, The Adorable


Saya bukan penggemar yang ngikutin karya band ini sejak 90an. Bukan.

Saya menyimak mereka awalnya karena tahun lalu suka sama lagu 'I wanna be Adored' dan 'Waterfall'. Tapi akhirnya saya putuskan untuk menonton karena ada teman nonton hihi. Nah, yang menarik ini adalah perjalanan ke konser yang cukup menyenangkan bagi saya. Yang berbeda adalah saya dan teman mendaftar di jasa transportasi yang melayani rute Bandung - Venue Konser - Bandung, CUMA dengan 125 ribu rupiah PLUS SNACK. Hihi enak ya. Jasa ini bernama Pusing Bandung.

Berangkat pukul 13.40, perjalanan kami relatif lancar dan sukses sampai di venue sekitar pukul 17.45. Open gate pukul 18.00 (atau 18.30) tapi saya dan kawan-kawan baru masuk Lapangan D Senayan pukul 20.00. Lapangan ini, seperti 'peringatan' yg sudah diberikan teman sebelumnya, memang becek. Tapi untungnya hari itu hujan ga awet. Jadi tingkat kebecekan masih medium :D

Cumaa, keamanannya agak ketat dibanding konser lain. Penonton harus melewati sekitar tiga pintu pengamanan. Bahkan di pintu pengaman terakhir, isi tas bener-bener dicek, parfum dan benda cair lain tidak boleh dibawa masuk, rokok dan koreknya juga. Untungnya kl parfum bisa diambil lagi, tapi yg bawa rokok harus merelakan, apalagi yg isinya masih penuh. Paling dibagi2in lagi ke sesama panitia atau yg bantu2 acara. Anggap amal lah :D

Ok, berhasil lolos dari sistem pengamanan, langsung memilih-milih spot yang oke di depan panggung. Eh ternyata personel The Stone Roses udah pada nongol. Asiiik, ga perlu nunggu lama :D

'I wanna be adoreeeeddd,' langsung berkumandang. Kalau di kebanyakan setlist konser, lagu populer ditaro paling ujung, beda sama band ini. Dan pilihan lagu ini sukses membakar semangat penonton, termasuk saya dan teman-teman.Woohoo..

Ian Brown ga banyak bicara, tapi tingkah polah King Monkey ini lucu dan susah untuk tidak tersenyum. Oya, Brown yg baru berulang tahun ke-40 tiga hari sebelum konser juga sempat mendapat koor lagu 'Happy Birthday' dari penonton.

Stamina mereka yang sudah tidak bisa dibilang muda ini mengagumkan. Show berlangsung lancar, bahkan tanpa break, dan 16 lagu mereka bawakan tanpa encore. Ya, awalnya penonton sempat berteriak encore, bahkan saat mereka masih di atas panggung haha. Tapi dengan mereka memberikan salam perpisahan; saling berangkulan membungkukkan badan dan melambaikan tangan hingga 'Adios,' teriak Brown, membuat penonton sadar bahwa show telah usai. Tanpa encore, tapi puas!













*foto: uncluster

Feb 3, 2013

YEAH!

Bulan yang sama, tahun lalu saya menyaksikan performa salah satu musisi perempuan favorit bernama Feist. Saya sempat tulis di blog soal ini dan di bagian akhir saya tulis beberapa nama musisi perempuan yang ingin sekali saya tonton. Setahun kemudian, salah satu nama perempuan yang saya tulis waktu itu akhirnya datang ke Indonesia. Dia lah Karen O.

 Uu..Yeah Yeah Yeahs came to tooooown!

Meski baru terbentuk di awal 2000 dan saya kenal band ini saat kuliah, tapi nama mereka saya sejajarkan dengan nama musisi 'tua' lainnya yg wajib saya tonton :D

Tampil dengan rambut blonde, sepertinya Mrs.O ingin tampil beda di album baru YYYs, Mosquito yg baru mau dirilis April nanti. Well, saya lebih suka dia berambut hitam sih haha.

Performanya memang tak seliar yg dulu pernah saya lihat di YouTube. Tak ada lah itu aksi manjat atau ngejatuhin semua barang di stage. Hanya lompat2 lucu dan melakukan gerakan2 unik macam peregangan sebelum olah raga (hehe). Tapi suara scream/growl-nya masih dahsyat. Atributnya juga masih aneh (baca: unik). Dia muncul dengan jubah motif zebra dengan baju dalam motif senada, sementara luaran kostum merah menyolok penuh payet dan celana panjang warna senada, plus mahkota silver bertuliskan Yeah dan sarung tangan warna hijau. Menariknya meski outfit-nya tampak ribet, tapi Karen terlihat nyaman dengan apa yg dia kenakan. Dia bahkan mengenakan pakaian yg sama sepanjang penampilan meski hawa panas bukan main. Dia hanya sempat mengganti baju luaran dengan jaket kulit hitam yg penuh pernik saat membawakan Zero. Selain musik, fashion juga lekat dengan perempuan yang selalu tampil beda dan menyolok ini. Mungkin ini yg memengaruhi penonton malam itu datang dengan penampilan yang juga beda. Ada yg berhasil dan kebanyakan gagal (baca: berlebihan).

Sementara itu gitaris Nick Zinner yg mengenakan pakaian serba hitam, dapat sambutan cukup hangat malam itu terutama dari kaum hawa. Gayanya yg cool di atas panggung berhasil membuat beberapa perempuan histeris. Termasuk teman-teman saya haha.

Maps, Zero, Y Control, Heads Will Roll, Gold Lion, Run Away memuaskan saya meski minus Hysteric. Dua lagu barunya Mosquito dan Earth juga beda dan asik.

Meski harus gonta ganti ngeliat ke stage dan ke screen (derita manusia pendek yg berdiri di tengah crowd) tapi overall saya PUAS SEKALI malam itu. Panas dan pegal ga berasa lah. Ya, meski  penampilan mereka dirasa singkat (padahal ngebawain 16 lagu lho). Dan selalu begitu kan? Waktu seolah melayang begitu saja  jika kita sedang menikmati sesuatu. Oya, menjelang encore, ada dua balon raksasa berbentuk bola mata yang dilepas ke crowd. Awalnya menarik melihat penonton oper-operan balon. Mungkin kalau dari atas terlihat seperti dua balon yang terombang ambil di atas lautan manusia. Mulai tidak menarik, ketika YYYs pamitan dan tak ada yg teriak 'we want more' gegara keasikan mainin balon. Selang beberapa menit baru lah mulai 'ngeh' dan kompak teriak minta encore. YYYs kembali, tapi si balon masih saja eksis. Alhasil, ketika menikmati Maps sesekali stage tertutup balon raksasa yang masih terombang ambing ga tentu arah. Ganggu sekali, pemirsah! Tak hanya balon, convetti juga jadi bagian akhir penampilan Karen dkk malam itu. 

Ahh, thanks a bunch for your amazing performance guys, and can't wait for your next album.

YEAH!

*foto: hertiana

Jan 31, 2013

Because it's Bromo!


Perjalanan yg tertunda sekitar satu tahun. Dan begitu terealisasi, waktunya kurang tepat.

Kamis (3/1), kami naik kereta dari Stasiun Pasar Senen pukul 14.00. Err, sebenernya budget kami utk kereta ekonomi 50rb-an sih, tapi apa daya, yg terbeli adalah tiket ekonomi AC yg harganya 3x lipat :D

Perjalanan 14 jam sempat membuat kami manyun di awal karena bingung mau ngapain selama di kereta. Nyatanya, itu tidak lah masalah kalau dihabiskan dg tidur sodara-sodara :))

Jumat (4/1), Sampai di Stasiun Kota Lama Malang pukul 8.30 lebih lambat setengah jam atau 45 menit dari perkiraan. Dan keluar dari gerbang stasiun, kami sempat terdiam ga tau harus kemana (yeaaahh itu seni nya backpaker-an tanpa peta : kebingungan :p). Sarapan dekat stasiun pilihan pertama. Harganya 7rb saja. Lalu kami naik angkot AMG menuju terminal Arjosari yg mana ternyata rutenya muter2.

Naik bis patas harga 25rb akhirnya kami menuju Probolinggo selama 2,5 jam perjalanan. Dan sesampainya di Probolinggo kami sempat kebingungan nyari Colt atau Elf yg menawarkan jasa angkut ke Cemoro Lawang. Tapi, kebingungannya ndak lama lah, karena si angkutan yg dimaksud langsung kelihatan begitu kami keluar dari gerbang terminal.

Ini sistemnya seperti nyewa Colt. Jadi semakin banyak penumpang, semakin murah lah bayarannya. Biasanya Colt ini nunggu penuh baru berangkat, dan untungnya ada rombongan yg menghemat waktu karena kami hanya perlu menunggu kurang dari setengah jam, ditambah dg bayaran normal, 25 rb.

Sesampainya di kawasan Cemoro Lawang kami ditawari penginapan oleh supirnya. Tapi tiba2 ada penumpang lain yg ternyata juga sama dg kami, sedang cari penginapan. Ya akhirnya kami sepakat untuk tinggal di satu penginapan biar (lagi2) MURAH :D Singkatnya kami cuma bayar 50rb/orang utk semalam dg fasilitas air hangat (ini penting mengingat begitu menjejakkan kaki di Cemoro Lawang semua sepakat kalau di sini, DINGIN SEKALI)

Berikutnya memikirkan bagaimana kami akan mengunjungi Penanjakan demi sunrise di keesokan hariya. JEEP adalah jawabannya. Berhubung kami berenam jadi ya, tidak terlalu mikir begitu harus menyewa JEEP 600rb dg jaminan kami akan diantar ke 4 titik.

Sabtu (5/1)

Penanjakan. Berburu sunrise dan demi dapat tempat parkir JEEP yang tidak terlalu jauh kami harus siap berangkat jam 3 pagi. 20 menit perjalanan kami sudah duduk manis menunggu sunrise. Ehm, ga duduk manis juga sih. Tepatnya jumpalitan gara2 cuaca yg luar biasa dingin, setelah itu baru bisa foto2, nyari makan, kopi dll.

Jam 5 subuh sudah mulai terang. Tapi, tunggu! Mana matahari? Mana? Manaaa?! Oh, mungkin belum. Maka kami pun tetap tunggu. Hingga sejam kemudian gerimis turun. Yeap, kami pulang tanpa sunrise. Konon, Bromo begitu indah dilihat dari titik kami berdiri sekarang, KALAU tidak tertutup kabut. KALAU.

Kawah Bromo. Medan yg dilewati Jeep utk destinasi kedua ini cukup 'menantang'. Berkabut, tikungan tajam, dan licin.

Berjalan dari tempat parkir Jeep ke arah kawah Bromo sebenarnya jauh. Tapi ga berasa kalau dilakukan sambil melihat pemandangan di sekitar. Bukit dan pasir. Eksotis dan tiris (Basa Sunda untuk dingin). Well, setidaknya dingin membuat saya tak berkeringat meski harus hiking dan 'ngikngokngikngok' untuk sampai di kawah Bromo. Ok, saya payah dalam kegiatan melibatkan stamina, dan sesaat saya berpikir akan 'tamat' di sana ngahaha. Dan sampai di kawah harus beradaptasi dg aroma belerang. Tapi kawahnya, mengagumkan!

Destinasi berikutnya adalah savana, yang KALAU cuaca sedang cerah akan terlihat indah dengan bukit hijau menjulang seolah menyentuh langit biru. Dan konon, Savana ini sebenernya tidak hanya berwarna hijau, tapi ada bunga-bungi berwarna warni yg memberi nuansa lain KALAU sedang cerah.  KALAU, yg artinya realita berkata lain. Mendung masih.Jadi sejauh mata memandang saya ndak melihat warna lain selain hijau. Then again, itu saja sudah cukup mengagumkan lho :)

Pasir berbisik jadi tujuan wisata yg cukup populer sejak film yang dibintangi Christine Hakim dan Dian Sastro. Konon, kl kondisinya tidak gerimis, pasir yang tertiup angin akan menimbulkan suara, err suara yg cukup ada di imajinasi kami masing-masing saat itu.

Pulang ke penginapan, istirahat sejenak, kami berkemas kembali ke Malang. Kali ini kami kurang beruntung karena Elf yang kami tumpangi menunggu penumpang cukup lama. Setiap hari, Elf ini berangkat jam 12 siang, berikutnya jam 3 sore. Saya lupa apa ada keberangkatan pagi.

Di terminal Probolinggo kami kembali ke Malang naik bis ekonomi non-AC. Cuma 14rb sih, beda 9rb dg yg sebelumnya. But hey, you get what you pay for, rite?! Lagian, ini soal pilihan aja sih. Mau murah, yaa harus mau berkorban kenyamanan lah sedikit :D

Tadinya kami berencana ke Pantai Bale Kambang. Tapi ini diurungkan, mengingat kami baru dpt penginapan di Malang jam 8 malam, belum lagi nyari angkot atau apa lah yg bisa mengantar kami ke pantai esok harinya. Kondisi badan yg capai membuat kami akhirnya memutuskan untuk menghabiskan sisa perjalanan di Malang saja. 

Entah, mungkin ekspektasi terlalu tinggi, tapi saya berpikir utk mencoret kota ini sebagai opsi tempat saya akan berdomisili kelak. Hm, saya membayangkan kota yg jalanannya tak terlalu padat, teratur, orang-orang yang ramah dan makanan enak dimana-mana. Dan tak satu pun itu saya temukan selama seharian di sana. 

Penginapan sebenarnya tak terlalu sulit, hanya saja kami memang tak bersiap apa2 begitu sampai di Malang, termasuk menyimpan nomor beberapa penginapan juga tidak dilakukan. Jadi lah kami naik angkot muter2 dan melewati macetnya jalanan, hingga akhirnya memilih browsing dan dapat penginapan (kalo ga salah namanya Hotel Palem) dengan kamar cukup luas untuk main bola, kamar mandi dg sarapan roti seiprit + teh manis sekira 60rb per orang semalam. Soal jajanan dan makanan mending cari info dulu saja sebelum ke Malang. Dan hindari makan baso dan jajanan sejenis di taman alun2 karena harganya lumayan bikin keselek, ga worth it. Angkotnya juga mending langsung tanya ke supir angkot saja, karena dr pengalaman kami bertanya ke orang-orang yg ditemui, tak ada satu pun yg akurat dalam memberikan info rute angkot. Hal menarik yg saya temui hanya lah banyaknya bangunan tua yg somehow saya suka dan nikmati, salah satunya Toko Oen. Tak banyak yg kami lakukan di sini. Hanya bersantai sejenak sebelum balik ke stasiun. Roccoco, eskrim yg saya pilih dari menu cukup mengobati kekecewaan. Saya sendiri tak fanatik coklat, tapi es krim dg cita rasa khas ini cukup jadi penyelamat :)

Pukul setengah 2 siang, Minggu (6/1), dari Toko Oen kami bergegas menuju stasiun. Kali ini kami naik angkot AG, yg syukurlah ternyata ga muter2 dulu.

At the end, terlepas dari tarif kereta yg overbudget, Kota Malang yg tak sesuai bayangan, (terlebih) cuaca di Bromo yg tak mendukung, overall it was an amazing trip. Why?! Well, I'll make it simple. Because it's Bromo! :))