Dec 21, 2013

Beware, Online Buyers!

Saya mulai terbiasa belanja online sejak 2008. Alasannya, saya termasuk orang yg malas ke pusat perbelanjaan utk berburu barang (murah meriah). Yaa kecuali kalau ada teman, bisa dibawa seru aja. Nah, teknologi bernama internet yg dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan termasuk jual beli dlm beberapa tahun terakhir telah jadi solusi utk orang-orang macam saya haha.

Bagi sebagian orang, mereka menghindari online shopping khususnya utk kebutuhan sandang seperti pakaian atau sepatu, lebih karena tidak yakin dg ukuran atau takut warna dan bentuk tak sesuai gambar (harapan?). Alasan itu bisa diterima sih, mengingat saya juga tidak selamanya puas dengan ukuran, warna dan bentuk barang yg saya beli online karena (sedikit/banyak) berbeda dengan yg di gambar. Tapi overall, saya puas.

Dalam kurun setahun terakhir saya tak cuma belanja pakaian, tapi juga mulai merambah (cailaah) ke barang elektronik, dan perangkat seperti hard disk eksternal, power bank, sampai hp. Baru-baru ini saya butuh modem dan memutuskan membeli via online lalu mencarinya di TokoBagus dan Kaskus setelah mengetahui bahwa situs yg biasa saya kunjungi untuk membeli perangkat sejenis, tidak menjual modem dan kalau pun ada melebihi budget.

Saya sudah memutuskan untuk membeli salah satu rilisan modem berinisial H. Saya cari dan bertemu dg salah satu penawaran menarik di TokoBagus. Saya kontak orangnya, sayang saya terlambat karena barang sudah sold. Jeda beberapa jam saya coba cari lagi dan menemukan modem tipe yg sama dg penawaran jauh lebih menarik. 

"Ngabisin stock terakhir aja" tulisnya di awal iklan seolah menjelaskan kenapa harga barangnya sangat miring.

Lalu deskripsi iklannya disertai spec modem dan alamat tokonya di daerah Cilincing, Jakarta Utara (ini yg membuat saya yakin). Di akhir iklan jg dia sempat meyakinkan bahwa ini bukan aksi tipu-tipu dan kalau tidak percaya silahkan datang langsung ke alamat yg dia sebutkan. Biasanya salah satu ciri penjual yg jujur dia menerima COD alias transaksi langsung. Dan dengan dia memberikan alamat, saya pikir ya 'kenapa tidak?'.

Langsung saja saya SMS dan dia menjawab singkat. Gaya melayani pembeli dg menjawab SMS singkat seperti ini sering saya jumpai dari penjual per orangan. Singkatnya dia berikan saya nominal yg harus ditransfer. Oya, saya kebetulan hafal juga ongkos kirim Jkt-Bdg via JNE itu 9000, dan benar saja dia memberikan nominal 160 rb (harga barang) + 9 rb ongkos kirim jadi total 169 rb. Dia bahkan sempat mengingatkan "Kalau barang mau dikirim hari ini, transfer sebelum jam 4 ya, kalau lewat dari itu saya cancel otomatis. Serious only ya gan". Semakin yakin lah saya. Dan sejam kemudian saya transfer. Saya konfirmasi ke dia dan sempat pula dia mencoba verifikasi dengan menanyakan saya transfer pake bank apa dan atas nama siapa. Akhirnya saya berikan alamat dg harapan barang langsung dikirim. Jam 5 saya tanya lg, dia bilang di sana hujan jadi dikirim besok pagi. Saya tidak keberatan. Besoknya pkl 11 siang saya SMS menanyakan no.resi pengiriman tapi dia tidak balas. Sorenya saya kontak lagi dan dia akhirnya balas.

"ohh iya, saya lg makan di luar dulu sama anak2. nanti begitu balik langsung saya kasih"

Lagi-lagi saya ok. Tapi setelah itu tidak juga dia kabari. Besoknya saya memilih utk menunggu barang tiba. Karena jika dikirim Sabtu harusnya Selasa atau Rabu sudah saya terima. Rabu sore barang belum sampai, saya telpon nomornya tapi tidak aktif. Sampai malam saya coba kontak, NOMORNYA TETAP TIDAK AKTIF!

Saya mulai kelabakan, kesal ga karuan. Tapi mulai berpikir utk sabar dan ikhlas saja bahwa kemungkinan besar penjual bernama GILANG dg nomor kontak 087838392124 itu PENIPU. Saya lupa nama akunnya di TokoBagus (kalau tidak RHAMACELL atau yg mirip-mirip itu lah). Ya, memang saya resmi ditipu setelah seminggu lebih barang tidak sampai!

Jadi berhati-hati lah saat belanja online. Saya pernah berburuk sangka terhadap pembeli yg statusnya masih 'newbie' di Kaskus, tapi ternyata barang yg saya beli sampai. Pernah juga saya beli barang dari pembeli yg akunnya tidak diverifikasi TokoBagus, tapi barangnya sampai. Jadi intinya memang harus ekstra hati-hati karena kini penjual sudah semakin 'pintar' menipu: 

1. Mencantumkan alamat, seolah dia siap jika ada yg mau beli secara langsung. Biasanya pencantuman alamat atau COD itu nilai plus bagi penjual di mata pembeli karena berarti keberadaannya jelas. 
2. Pernyataan 'No Tipu-Tipu, Serious Buyer Only' juga tidak bisa dipercaya begitu saja meski kesannya dia 'ogah' berurusan dg pembeli yg ga jelas karena dia adalah penjual yg 'jelas'.
3. Jangan tertipu juga dengan cara dia menjawab sms yg singkat-singkat seperti saat kita bertanya 'barang masih ada? berapa kl dikirim ke Bdg?' dan dijawab 'msh, 169rb.' Ini gaya khas penjual per orangan (kalau dari pengalaman saya sih). Mereka tidak kenal standar customer service yg diterapkan perusahaan penawar barang/jasa, apalagi kalau harga barangnya rada miring, mereka jadi rada 'belagu' karena banyak peminat :D
4. Peringatan semacam 'kalau jam 4 belum transfer saya cancel otomatis ya. serious only gan, coz banyak yg minat.' Kalimat seperti ini baru saya sadar telah jadi bagian dari upaya penipu utk meyakinkan pembeli sehingga ada kesan bahwa barang ini banyak peminat, jadi kalau Anda tidak mau, ya masih banyak yg ngantri. Secara psikologis kita akan semakin terdorong utk membeli.

Kesimpulannya, cara penipu berjualan dan melayani pembeli kini sudah tidak bisa dibedakan dg penjual sungguhan. Selama ini kita bisa dg mudah menilai ini penjual atau penipu. BIASANYA (artinya ini tidak berlaku keseluruhan ya), penjual yg nipu tidak mau COD atau memberikan alamat, fotonya bukan foto hasil jepretan sendiri tapi hasil googling, harganya lebih murah bahkan selisih agak jauh dari yg lain. Oya, satu lagi, kita tidak bisa lacak track record dia sebagai penjual. Ya, biasanya selain COD dan alamat, testimoni/track record cukup ampuh meningkatkan kepercayaan pembeli.

So beware, online buyers! :)


No comments: