Rasa senangnya terlengkapi oleh cuaca Bukittinggi yang selalu cerah. Hampir tiap hari saya menikmati sinar matahari pagi sambil ngopi2 di teras, lengkap dengan pakaian yg sudah rapih (untuk yg satu ini saya sempat menangkap tatapan heran si adik, mungkin karena pengalaman tahun sebelumnya; pagi hari, boro2 udh rapih, bangun aja saya belom haha)
Plus, saya juga telah merealisasikan rencana untuk mengunjungi lebih banyak keluarga tahun ini, terutama mereka yang berdomisili di Pekanbaru. Dihitung2 mungkin lebih dari 5 tahun kami tidak bertemu. Sayang tidak sempat berziarah ke makam kakak sepupu yang meninggal tahun 2006 lalu karena Lupus :( Tapi saya sempat bertemu dengan anak almarhumah yang sudah kelas 1 SMP, membuat saya senang, terharu, sekaligus kangen pada ibunya. Malam sebelum balik ke Bandung, saya juga sempat mengunjungi adik nenek yang baru saya tahu sudah berteman dengan kursi roda. Awalnya biasa2 saja, tapi jadi berbeda ketika perempuan yang agaknya sudah menjelang 80 tahun itu terus2an menatap saya dan tiba2 meraih tangan saya lalu mengelus2nya, entah kenapa saya mendadak sedih. Tak hanya karena tatapan beliau yang entah apa maksudnya, tapi juga wajah beliau yang mengingatkan saya pada dua orang sekaligus; mendiang nenek (yang tak lain adalah kakak beliau) dan juga pada mendiang papa.
Saat benar-benar akan kembali ke Bandung, saya dipeluk erat oleh si adik semata wayang, dan saat melepaskan pelukan, untuk pertama kalinya saya lihat matanya berkaca-kaca saat kami akan berpisah, bisa saja pada perpisahan kami sebelumnya juga dia begitu, hanya saja saya baru "menangkap basah" momen itu sekarang :D "Jangan sedih doong," pinta saya, nanti kakak ikut sedih (lanjut saya lagi, dalam hati).
Well, lebaran dan liburan tahun ini memang beda, menyenangkan. Membuat saya (akhirnya) merasakan apa yang seharusnya dirasakan setiap orang ketika berada di tengah keluarga; berat untuk berpisah :)

*pagi hari di depan rumah :)