*meski judulnya sama, ini BUKAN tentang film-nya Adam Sandler dan Jack Nicholson hehehe...
Saya rasa hampir setiap orang pernah kehilangan kendali. Terutama saat mereka sedang benar-benar marah, mumet ato apalah. Saya pun pernah. Meski ketika marah dan kehilangan kendali saya ga sampe guling2an ato ngamuk kaya orang gila dan membuat orang memandang kasian pada saya (jangan sampe juga hehehe). Cuma beberapa waktu lalu saya menjadi saksi bagaimana seseorang (yang masih kerabat saya) marah besar dan benar-benar tampak seperti orang yang kehilangan akal sehat ketika menghadapi masalah. Saya mengerti kenapa dia marah besar, saya bahkan tidak hanya mengerti tapi juga sangat memaklumi, hanya saja saya tetap tidak mengerti dan tidak percaya kalo dia bisa ngamuk2 seperti orang kesurupan tanpa melihat situasi dan kondisi saat itu. Marah-marah, teriak, dan menangis histeris di depan orang2 yang tidak ada hubungannya dengan masalah dia, dan di depan anak-anak yang bisa dibilang anak2nya juga, daaaannn tengah malam pula! Hufffttt...menyedihkan! Tak ada satupun orang di dekat dia saat itu yang mampu menenangkannya. Akhirnya baik saya maupun yang lain lebih memilih untuk mendiamkan dan membuatnya melepaskan semua lewat isak tangisnya. Untung saja histerianya tidak berkepanjangan, kalo iya saya udah berpikir untuk mengajak yang lain menggotong dia ke RSJ hehehe...
Saya percaya setiap orang yang baru tertimpa masalah, pasti butuh waktu untuk bisa menenangkan diri agar bisa berpikir lebih normal. Dan cara orang untuk membuat dirinya tenang juga berbeda2, ada yang lebih memilih menyendiri, mengurung diri di kamar, menangis, atau marah2 (dalam batas yang wajar tentunya). Tapi saya shock jika caranya seperti ini. Dalam kasus ini saya tidak hanya shock, tapi juga sedih melihat orang yang sudah saya anggap seperti orang tua sendiri memilih untuk melampiaskan kekalutannya dengan cara yang berlebihan. Dan saya yakin pada akhirnya ketika "kesadarannya" kembali dia hanya akan menyesali perbuatannya. Karena apa yang telah dia lakukan sama saja telah mempermalukan keluarga, terlebih dirinya sendiri. Saya sendiri sering mendengar dia bermasalah dengan anger management-nya (dan mungkin hampir setiap orang bermasalah dengan yang satu ini). Tapi ketika saya melihat langsung betapa parahnya kontrol emosi dia, saya jadi kasihan. Mungkin orang lain pun mengasihaninya. Bukan karena masalah yang dia hadapi, tapi karena ini bukan kali pertama dia mempermalukan diri dengan cara yang kurang lebih sama. Sesaat ketika peristiwa itu berlalu, semua rasa bercampur aduk di diri saya. Sedih, kecewa, bingung, geram dan marah. Rasa yang (saya pikir) kurang lebih sama dengan orang lain yang ada di sekitar saya saat itu. Saya tidak akan peduli kalo dia bukan siapa-siapa saya. Tapi kenyataannya dia siapa-siapa saya, jadi ini jelas mengganggu pikiran saya...
Ternyata tidak peduli sehebat apapun kita di mata orang lain, tapi kalo kita memiliki kontrol emosi yang sangat buruk seperti ini tetap saja pada akhirnya orang akan menganggap kita benar-benar MENYEDIHKAN! Jadi ingatlah ketika emosi negatif tengah menyergap, jangan pernah kehilangan akal sehat!
Saya rasa hampir setiap orang pernah kehilangan kendali. Terutama saat mereka sedang benar-benar marah, mumet ato apalah. Saya pun pernah. Meski ketika marah dan kehilangan kendali saya ga sampe guling2an ato ngamuk kaya orang gila dan membuat orang memandang kasian pada saya (jangan sampe juga hehehe). Cuma beberapa waktu lalu saya menjadi saksi bagaimana seseorang (yang masih kerabat saya) marah besar dan benar-benar tampak seperti orang yang kehilangan akal sehat ketika menghadapi masalah. Saya mengerti kenapa dia marah besar, saya bahkan tidak hanya mengerti tapi juga sangat memaklumi, hanya saja saya tetap tidak mengerti dan tidak percaya kalo dia bisa ngamuk2 seperti orang kesurupan tanpa melihat situasi dan kondisi saat itu. Marah-marah, teriak, dan menangis histeris di depan orang2 yang tidak ada hubungannya dengan masalah dia, dan di depan anak-anak yang bisa dibilang anak2nya juga, daaaannn tengah malam pula! Hufffttt...menyedihkan! Tak ada satupun orang di dekat dia saat itu yang mampu menenangkannya. Akhirnya baik saya maupun yang lain lebih memilih untuk mendiamkan dan membuatnya melepaskan semua lewat isak tangisnya. Untung saja histerianya tidak berkepanjangan, kalo iya saya udah berpikir untuk mengajak yang lain menggotong dia ke RSJ hehehe...
Saya percaya setiap orang yang baru tertimpa masalah, pasti butuh waktu untuk bisa menenangkan diri agar bisa berpikir lebih normal. Dan cara orang untuk membuat dirinya tenang juga berbeda2, ada yang lebih memilih menyendiri, mengurung diri di kamar, menangis, atau marah2 (dalam batas yang wajar tentunya). Tapi saya shock jika caranya seperti ini. Dalam kasus ini saya tidak hanya shock, tapi juga sedih melihat orang yang sudah saya anggap seperti orang tua sendiri memilih untuk melampiaskan kekalutannya dengan cara yang berlebihan. Dan saya yakin pada akhirnya ketika "kesadarannya" kembali dia hanya akan menyesali perbuatannya. Karena apa yang telah dia lakukan sama saja telah mempermalukan keluarga, terlebih dirinya sendiri. Saya sendiri sering mendengar dia bermasalah dengan anger management-nya (dan mungkin hampir setiap orang bermasalah dengan yang satu ini). Tapi ketika saya melihat langsung betapa parahnya kontrol emosi dia, saya jadi kasihan. Mungkin orang lain pun mengasihaninya. Bukan karena masalah yang dia hadapi, tapi karena ini bukan kali pertama dia mempermalukan diri dengan cara yang kurang lebih sama. Sesaat ketika peristiwa itu berlalu, semua rasa bercampur aduk di diri saya. Sedih, kecewa, bingung, geram dan marah. Rasa yang (saya pikir) kurang lebih sama dengan orang lain yang ada di sekitar saya saat itu. Saya tidak akan peduli kalo dia bukan siapa-siapa saya. Tapi kenyataannya dia siapa-siapa saya, jadi ini jelas mengganggu pikiran saya...
Ternyata tidak peduli sehebat apapun kita di mata orang lain, tapi kalo kita memiliki kontrol emosi yang sangat buruk seperti ini tetap saja pada akhirnya orang akan menganggap kita benar-benar MENYEDIHKAN! Jadi ingatlah ketika emosi negatif tengah menyergap, jangan pernah kehilangan akal sehat!