Beberapa kejadian belakangan membuat saya berpikir betapa tidak mudahnya memulai segala sesuatu dari nol. Membuat sesuatu yang belum ada menjadi ada, menjadi bernilai, menjadi berguna hingga dipandang sebagai sesuatu oleh orang lain.
Proses. Tidak ada yang mudah dan cepat memang yang kemudian memberi hasil yang kita inginkan. Penolakan sudah biasa, terlupakan juga, dijadikan cadangan apalagi, tapi kami juga pernah mendapat tempat sebagai 'sesuatu' di mata orang lain. Dihargai meski oleh segilintir orang dan itu salah satu alasan kami masih bisa berjalan. Masih ada yang menghargai apa yang kami lakukan! Masih ada yang menilai kami tidak semata dari nama yang belum dikenal tapi dari apa yang kami lakukan dan seperti apa hasilnya.
Tanpa meng-underestimate media lain dan tidak juga bermaksud membanggakan media sendiri secara berlebihan, kadang saya merasa miris saat saya bersama rekan lain merasa telah membuat sesuatu sebagus mungkin, semampu kami, tapi tidak ada artinya di mata orang lain sementara media yang lebih dulu ada, dikenal, dan besar namanya meskipun dari segi konten tidak terlalu relevan dan kurang bernas lebih dihargai oleh pihak-pihak tertentu.
Saya tidak pernah memusingkan penghargaan orang dan tanggapan orang2 sebelumnya, hingga sebuah tuntutan profesional membuat saya harus berhubungan dengan orang-orang di luar sana, dan membuat saya sadar betapa banyak orang yang dengan begitu gampang dan murahannya dalam menilai sesuatu.
Hingga kini saya belum pernah (dan jangan sampai juga) menerima perlakuan baik verbal atopun non verbal yg kasar hanya karena saya membawa nama media yang tidak dikenal oleh orang banyak, oleh mereka. Bukan atau tepatnya BELUM menjadi media besar. Namun sehalus apapun penolakan tetap menyakitkan toh?! Saya tidak menulis ini ketika baru beberapa bulan berjalan, ini sudah masuk dua taun dan penerimaan dari sebagian besar orang masih sering membuat tenggorokan saya tercekat. (Awww c'mon martha get real ajaaa, shit happens dan itu udah biasaaa. Jadi tak perlu shock menghadapi hal2 bau (baca: shit) seperti ini...Kalimat yg sering saya katakan pada diri sendiri).
* "Ha? media apa tuh? Blom pernah denger" (krn tidak terkenal) biasanya cuma dpt satu freepass dan itupun kalo masih ada.
* "oh media online ya? hm skrg banyak media2 macam itu" (mgkn krn banyak media sejenis yg abal2 akhirnya media online yg bisa liputan dibatasi sementara kami sudah mengirimkan compro dan segala tetek bengek-nya ke panitia *sigh).
* "oh nama media Anda tidak tercatat tuh jadi masuk waiting list aja," dan mereka tidak peduli bahwa kita sudah mengikuti prosedur/syarat peliputan yang mereka tetapkan dari jauh hari sebelumnya.
Penolakan (bahkan yg mendadak sekalipun) bukan hal yang sulit bagi mereka terutama terhadap media kecil seperti ini. Kata orang alasan itu ada 1001 macam, atau lebih? Meski sering juga saya menemukan orang yang kurang bermain cantik dalam beralasan sehingga jelas ketauan boongnya *haaaa
Yang jelas, hal-hal seperti ini belum sama sekali melunturkan semangat saya dan semoga begitu juga dengan mereka di luar sana yang juga berada dalam posisi yang sama. Pelajarannya?! Yaaa memulai sesuatu dari nol itu memang TIDAK MUDAH ma meeeeennn!
Proses. Tidak ada yang mudah dan cepat memang yang kemudian memberi hasil yang kita inginkan. Penolakan sudah biasa, terlupakan juga, dijadikan cadangan apalagi, tapi kami juga pernah mendapat tempat sebagai 'sesuatu' di mata orang lain. Dihargai meski oleh segilintir orang dan itu salah satu alasan kami masih bisa berjalan. Masih ada yang menghargai apa yang kami lakukan! Masih ada yang menilai kami tidak semata dari nama yang belum dikenal tapi dari apa yang kami lakukan dan seperti apa hasilnya.
Tanpa meng-underestimate media lain dan tidak juga bermaksud membanggakan media sendiri secara berlebihan, kadang saya merasa miris saat saya bersama rekan lain merasa telah membuat sesuatu sebagus mungkin, semampu kami, tapi tidak ada artinya di mata orang lain sementara media yang lebih dulu ada, dikenal, dan besar namanya meskipun dari segi konten tidak terlalu relevan dan kurang bernas lebih dihargai oleh pihak-pihak tertentu.
Saya tidak pernah memusingkan penghargaan orang dan tanggapan orang2 sebelumnya, hingga sebuah tuntutan profesional membuat saya harus berhubungan dengan orang-orang di luar sana, dan membuat saya sadar betapa banyak orang yang dengan begitu gampang dan murahannya dalam menilai sesuatu.
Hingga kini saya belum pernah (dan jangan sampai juga) menerima perlakuan baik verbal atopun non verbal yg kasar hanya karena saya membawa nama media yang tidak dikenal oleh orang banyak, oleh mereka. Bukan atau tepatnya BELUM menjadi media besar. Namun sehalus apapun penolakan tetap menyakitkan toh?! Saya tidak menulis ini ketika baru beberapa bulan berjalan, ini sudah masuk dua taun dan penerimaan dari sebagian besar orang masih sering membuat tenggorokan saya tercekat. (Awww c'mon martha get real ajaaa, shit happens dan itu udah biasaaa. Jadi tak perlu shock menghadapi hal2 bau (baca: shit) seperti ini...Kalimat yg sering saya katakan pada diri sendiri).
* "Ha? media apa tuh? Blom pernah denger" (krn tidak terkenal) biasanya cuma dpt satu freepass dan itupun kalo masih ada.
* "oh media online ya? hm skrg banyak media2 macam itu" (mgkn krn banyak media sejenis yg abal2 akhirnya media online yg bisa liputan dibatasi sementara kami sudah mengirimkan compro dan segala tetek bengek-nya ke panitia *sigh).
* "oh nama media Anda tidak tercatat tuh jadi masuk waiting list aja," dan mereka tidak peduli bahwa kita sudah mengikuti prosedur/syarat peliputan yang mereka tetapkan dari jauh hari sebelumnya.
Penolakan (bahkan yg mendadak sekalipun) bukan hal yang sulit bagi mereka terutama terhadap media kecil seperti ini. Kata orang alasan itu ada 1001 macam, atau lebih? Meski sering juga saya menemukan orang yang kurang bermain cantik dalam beralasan sehingga jelas ketauan boongnya *haaaa
Yang jelas, hal-hal seperti ini belum sama sekali melunturkan semangat saya dan semoga begitu juga dengan mereka di luar sana yang juga berada dalam posisi yang sama. Pelajarannya?! Yaaa memulai sesuatu dari nol itu memang TIDAK MUDAH ma meeeeennn!