Saya pernah menulis tentang pengalaman kecurian. Saat sedang
meliput sebuah acara musik di lapangan Gazibu Bandung beberapa tahun lalu.
Kini, saya kembali ingin menulis pengalaman buruk, untuk
sekedar berbagi dan peringatan kepada yang lain. Kalau sebelumnya ponsel yang
hilang, kali ini uang yang hampir melayang.
Di kantor selain bertugas di redaksi, saya juga sudah
beberapa bulan ini terjun mengelola music
store yang dimiliki perusahaan. Selain pengelola keuangan saya juga
bertugas dalam melayani jual beli. Tanggal 3 Oktober siang, nomor 085222256797
menelpon ke hp store yang langsung saya angkat.
Seorang Bapak berlogat Batak (mengaku bernama Budiman) ingin beli CD
Seringai. Dia bilang ingin beli dalam jumlah yang sangat banyak yaitu 100 CD
dan saya tak menyanggupi itu mengingat stock yg ada hanya 30 an. Saya agak
curiga awalnya karena gaya bicaranya (gaya bicara ya, bukan logat!), aneh juga dia
beli CD macam Seringai, tapi karena dia bilang yg beli ini teman-temannya, ya
sudah. Lagi pula mungkin saja dia beli banyak biar dapat diskon dan kemudian
dia jual lagi. Intinya masih terlalu dini untuk curiga. Dia kemudian menanyakan
proses transaksi yang kemudian saya jelaskan bahwa barang dikirim setelah uang
ditransfer. Akhirnya dia minta 20 CD + 10 DVD (Seringai). Saya sms ke dia total
harga berikut diskon dan no.rekening (atas nama pimpinan saya). Dia kemudian
menanyakan no.hp pimpinan saya yg namanya tertera di rekening. Saya aneh.
“Biasanya kalau mau beli, cukup ke nomor ini saja Pak, soalnya pimpinan saya
tidak menangani langsung jual beli,” terang saya yg langsung dia jawab dengan
alasan ingin konfirmasi saja.
Tak lama, dia menelpon kembali dan mengatakan kalau pimpinan
saya kurang ramah dsb.sehingga dia ingin berurusan dengan saya saja, lalu minta
no.rekening BCA atas nama saya, agar gampang konfirmasinya. Saya kroscek ke
pimpinan saya dan beliau dengan tegas meyakini bahwa itu penipuan (berdasarkan
pengalamannya menerima telpon dari gaya bicara yg tipikal). Pimpinan
saya meminta untuk berhati-hati. Saya kira karena saldo atm saya kosong yaa tak
ada yg perlu dikhawatirkan.
Sorenya Pak Budiman meminta saya untuk mengecek karena dia
sudah transfer. Saya langsung cek via i-banking yang ternyata tidak bisa
diakses, mungkin karena rekening saya yg ini sudah beberapa waktu tidak
digunakan. Saya bilang ke dia akan coba ke atm terdekat untuk mengecek. “Nanti
kalau sudah berada di atm telpon saya Mba,” ingatnya. Yang membuat saya agak
mengernyitkan dahi, kenapa saya harus telpon dia pas di atm? Dan benar saja,
saya tidak bisa mengakses rekening karena kartu atm nya juga sudah expired (hahaha).
Akhirnya di telpon saya minta Pak Budiman untuk mengirimkan bukti transfer saja
via BBM. Pak Budiman terdengar panik, dia bilang bukti transfer nya ada di
teman. Yang makin membuat saya merasa aneh, bukannya mengontak teman yang memegang
bukti transfer, dia malah menelpon HALO BCA dan meminta saya untuk ngobrol
langsung dengan CS nya, jadi lah semacam tele conference. Dia sengaja memperdengarkan
bunyi hp nya saat mengontak HALO BCA, kemudian saya dengar suara khas CS
menyapa dan saya bilang kalau saya tidak bisa mengakses rekening saya. Si CS
ini kemudian menegaskan bahwa sudah ada dana sejumlah 1.020.000 di rekening
saya saat ini, dia kemudian menawarkan untuk memindahkan dana tsb ke rekening
lain, karena saya tidak bisa mengecek dana itu. Saya langsung setuju dan
meminta dia memindahkannya ke rekening BCA kantor, atas nama pimpinan saya, dan
dia menanyakan apa kartu atm nya ada di saya yang langsung saya jawab ‘iya’.
Dia meminta 3 digit angka yg tertera di kartu atm.
Tak lama, si CS meminta saya langsung mengecek via atm karena dia
sudah transfer dana tsb. Saya cek saldonya ternyata masih sama. Kemudian dia
menegaskan bahwa untuk menerima dana tsb, saldo minimal rekening adalah 1 JUTA
(?!). Dia kemudian meminta saya menggunakan rekening lain, baik BCA atau pun
BANK LAIN. Ok, akhirnya saya pakai satu-satunya rekening yg saldonya ‘mencukupi’
dan kebetulan BCA juga. Dia kembali meminta 3 digit nomor kartu atm dan tak
lama kemudian mengatakan kalau sudah ditransfer. Ok, akhirnya saya cek, dan
ternyata SALDO MASIH SAMA. Akhirnya dia meminta saya untuk melakukan aktivasi
transfer atau apa lah yg terdengar tidak terlalu jelas. Tiba-tiba dia
mengarahkan saya ke halaman TRANSFER (??). Saat dia meminta saya memasukkan angka
di halaman nominal transfer, saya merasa INI TIDAK BERES. Dengan cepat saya
tekan cancel dan saya cabut kartu lalu saya meninggalkan atm. Si CS mulai
terdengar panik dan terkesan MARAH. Nada bicaranya sudah tidak sabaran dan
lama-lama logatnya jadi sama dengan Pak Budiman (??).
Saya kesal dan cape!
Dia terus saja berceloteh kalau proses itu sedikit lagi dan
kalau uangnya tidak segera dicairkan, akan hangus bla.bla.bla. Saya bersikeras
mau mengurus semuanya langsung ke bank. Dan saya kemudian tegaskan ke Pak
Budiman kalau dia tidak perlu khawatirkan soal uangnya karena barang pesanannya
akan tetap saya kirim (sebenarnya ini lebih ke pancingan, karena ANEH saja kalau
dia meributkan uang sudah diterima atau belum, sementara dia sama sekali tidak
merisaukan barang pesanannya). “Kepentingan Bapak kan cuma barangnya, jadi
tenang saja, saya akan kirim barangnya dan soal uangnya nanti itu urusan saya.”
Akhirnya dia menyerah. Sebelum menutup telpon saya sempat dengar dia
ngomel-ngomel.
Saya yakin dia PENIPU karena sejak kejadian itu sama sekali dia tidak mengontak lagi untuk menanyakan pesanannya (haha). Jadi waspada lah! Menurut saya ini bukan hipnotis atau apa lah yang marak diberitakan. Ini seperti permainan/skenario yang sudah dirancang untuk menjebak target. Kalau kita terjebak ya ujung-ujungnya bisa tertipu juga!
Saya yakin dia PENIPU karena sejak kejadian itu sama sekali dia tidak mengontak lagi untuk menanyakan pesanannya (haha). Jadi waspada lah! Menurut saya ini bukan hipnotis atau apa lah yang marak diberitakan. Ini seperti permainan/skenario yang sudah dirancang untuk menjebak target. Kalau kita terjebak ya ujung-ujungnya bisa tertipu juga!
