Nov 9, 2008

"perasaan lu aja kali"

 Apa yang akan dilakukan kalau Anda merasa ada sikap berbeda yang ditunjukkan seorang teman kepada Anda, dan itu hanya ke Anda, tidak pada yang lain.

"Gua pengen ngomong langsung ke dia, kali aja ada yang bisa gua jelasin dan dia perlu tau. Ato kali aja ada yang mau dia sampein ke gua. Gua ngerasa dia beda sama gua belakangan," itu saya bicara kepada seorang teman *dengan nafsunya.

"Ah...kayanya ga segitunya deh. Emang dia kayanya lagi ada masalah di luar. Bukan sama lu. Perasaan lu aja kali. Santai aja," itu jawaban teman saya. 

Ini nih yang saya benci. Kata-kata "perasaan lu aja kali" membuat saya seolah BERLEBIHAN dalam merespon perubahanteman saya itu. Ya, benar, bahwa semuanya hanya berdasarkan perasaan saya. Tapi, pertanyaan saya, memangnya apa yang kita gunakan saat kita tahu ada yang berbeda dengan orang di dekat kita? Feeling bukan, alias perasaan?

"Gua yakin dia berbeda sama gua gara-gara kejadian kemarin deh...jadi gua pengen banget ngobrol sama dia. Kira-kira menurut lu gimana?" saya mencoba mengingatkan teman saya ini akan suatu kejadian yg sangat mungkin membuat dia berubah ke saya.

"Ah...kayanya ga deh...Tapi, kalo mau ngomong liat perkembangannya dulu aja," masih keukeuh teman saya.

Saya pulang, lalu berpikir. Segala sesuatu yang didasarkan atas perasaan aja memang tidak pernah "nyata" sehingga tidak bisa dibuktikan. Kenapa ngobrol sama teman saya barusan malah membuat saya merasa jadi berlebihan dalam menyikapi perubahan teman saya ya? Jadi kaya sibuk sendiri. GA JELAS!

Besoknya...

"Gua udah mikir. Mungkin bener kata lu. Dia ada masalah di luar. Jadi gua ga jadi ah ngomong ke dia. Gua ga mau terdengar ga logis juga karena semuanya hanya berdasarkan perasaan. Toh, kalo dia emang ngerasa ada masalah, pasti ngomong ke gua..." saya kepada teman.

Teman saya ngangguk2 dan saya pun berlalu.

Tapi, sejujurnya, hingga kini, saya tidak pernah sedikit pun meragukan perasaan saya yang meyakini adanya perubahan sikap teman itu kepada saya. Dia mendiamkan saya tanpa seorangpun menyadari, dan tidak berniat juga untuk ngomong apa2 ke saya. Huh, tampaknya dia tidak mengenal istilah "bicara" atau "ngobrol" atau "berkomunikasi". Namanya karakter orang beda-beda sih... Saya memaklumi itu. Tapi lama kelamaan saya ga bisa terus-terusan berkompromi. Pengen frontal aja, kalau ada masalah ya..ngomong dong! 

4 comments:

Karlina Octaviany said...

tanya aja kali, Tha. Daripada bingung sendiri, mending berdua. Kalo dia bilang cuma perasaan lu aja, baru deh lu gali knapadia berubah

ike yulia martha said...

edaaannn...sejak kelar sidang, loe jadi bijak geneeee, Lin? Apa perasaan gua aja kali ya? hahahahhaha :D

tya scrumdiddlyumptious said...

iya,,perasaan lo aja kali taa.....
hahahahaha

ike yulia martha said...

iya niy...gini lah kalo terlalu banyak ngerasa... kan gua punya perasaan jrot,,,ah...naooon deuih!!!