Jul 18, 2009

pengantin oh pengantin

Bukan, ini bukan orang yang duduk di sebelah pasangannya dan menerima banyak ucapan selamat di hari bahagia. Tapi pengantin di sini adalah istilah bagi mereka yang duduk di sebelah bom (yang siap meledak) dan menerima kecaman dari berbagai pihak karena membuat banyak orang menderita. Ini bukan pengantin biasa, karena mereka (pelaku bom bunuh diri) adalah orang2 yang bersedia berkorban nyawa untuk mencapai 'tujuan'.

Semalam saya mendengar pengakuan salah seorang pengantin di sebuah program investigasi di salah satu station TV. Nah, yang kebetulan saya dengar adalah pengakuan seorang pengantin yang pernah "beraksi" sekitar tahun 2000 di Jakarta. Dia mengaku tujuannya saat itu adalah jihad dan berpendapat bahwa melakukan tindakan kekerasan seperti itu adalah salah satu cara yang dibenarkan dan bisa disebut jihad. Saya muslim (walopun tidak bisa juga dibilang tahu segalanya soal agama), tapi saya belajar! Setahu saya yang namanya Jihad memang memerangi hal yang disebut kebatilan dan identik dengan cara mengangkat senjata (baca: perang). Intinya jika tujuan dari tindakan kita adalah menegakkan kebenaran dan memerangi kebatilan maka itu disebut Jihad.

Saya tidak akan memandangnya dari agama, tapi lebih ke perspektif yang sederhana saja. Bahwa jika kita merasa melakukan tindakan yang benar dan diridhai Tuhan, apakah itu termasuk membunuh orang yang tidak bersalah? Menurut pengantin ini mereka sangat menghindari korban salah sasaran, pergerakan mereka itu juga melihat waktu dan target yang tepat, untuk itulah mereka dilatih secara khusus... Tapi tampaknya ada yang tidak sinkron antara statement si pengantin dengan kenyataan yang ada. Mengingat aksi mereka beberapa tahun silam malah lebih banyak memakan korban salah sasaran. Pernahkah mereka membahas dan mengevaluasi ini dalam pertemuan pengantin seluruh dunia? hahahha... (yeah rite!)

Kalau kata Abu Bakar Ba'asyir,
"Saya sangat mendukung niat mereka yang ingin berjihad, tapi saya tidak setuju dengan caranya. Jika ingin memerangi musuh, pergilah ke medan perang, dan ledakkan bom di sana!"

Yes!

Saya pikir harusnya seperti itu. Kenapa mereka yang melatih para "laskar berani mati" ini tidak mengirimkan utusannya ke daerah yang memang sedang bergolak? Gaza misalnya? Kenapa di Indonesia? Memangnya ada apa di sini? Apa salah mereka yang harus terluka/cacat, depresi, bahkan tewas karena aksi mereka?

Bicara mengenai pengeboman di Ritz Carlton dan JW Marriot 17 Juli kemarin, saya sempat lihat di TV, suasana TKP sesaat sebelum terjadi ledakan. Dimana ada seorang laki-laki (yang diduga kuat sebagai pengantin) berpakaian serba hitam tertangkap kamera sambil membawa sebuah travel bag. Pembawaannya yang tenang (tentu dia sudah terlatih) tidak sedikit pun membuat orang2 di sekitar curiga. Tak lama setelah sosoknya berlalu menuju salah satu pojok ruangan, tiba2 terjadi ledakan dari arah sana.

Banyak spekulasi yang berkembang mengenai pelaku. Jika dua kasus pengeboman yang terjadi beberapa tahun silam erat dikaitkan dengan gerakan Islam garis keras, maka pengeboman kali ini salah satunya memunculkan dugaan adanya kepentingan politik (pascapilpres). Walaupun masih simpang siur mengenai TUJUAN di balik tragedi ini, satu hal yang pasti, bangsa ini kembali menangis dan awan gelap kembali bergelayut di sini...

5 comments:

Karlina Octaviany said...

kalo emang JI tujuannya mau jihad lawan bule, yah ngebom aja tuh kaya 9/11, tah jelas yang mati bule semua, orang Amrik. Lah hotel di Indonesia, buat apa juga? Lagian di sini mah pengecut, kalo emang berani (ngakunya berani mati) mah bikin kek video yang bikin pengakuan kayak teroris di luar negri. Kasih tau tujuannya! Jangan cuma berani mati, berani hidup dong : P
Si Imam Samudra juga dulu katanya buat modal bikin bom ngerampok toko emas, yeee jihad kok malak sih. Kayaknya pengebom gak suka sama MU deh, atau yang gak suka MU ke Indonesia X P

ike yulia martha said...

hahahha iya, Lin. di statement-nya abu bakar ba'asyir juga maksudnya begitu. Kalo emang mau memerangi lawan, datangi medan perang (daerahnya) langsung, lalu bom! Da kalo di sini mah yang korban warga lokal juga

ike yulia martha said...

nah salah satu dugaan selain unsur politik, juga ada isu mengenai kedatangan MU. Ada yg bilang yang ga menang tender-nya MU sakit hati trs digagalin hahahhaha. Perkiraan kerugian yg diderita penyelenggara itu sekitar 30-50 miliar gitulah. ...wuedaaaannn duit segitu gua udah cabut ke Amrik/Eropa itu buat kuliah sampe S4...hahahhaha sekalian menetap di sana aja kali ya (kekekekkek maunyaaa)

astri arsita said...

ada yang bilang dalang di balik semua ini pemerintah sendiri tha,, kemarin sempet ngobrolin ini sama beberapa teman (lupa tapi sama siapa, hahaha bisa gila)... tapi gatau juga,, kalau kata abege mah it's complicated ;p

ike yulia martha said...

iyah cieL, versi yang ini aku pernah denger juga. Akh, banyak spekulasi lah pokonya..heheheh it's so typical... dan it's complicated *ngikutin abege* :D