Feb 11, 2011

Self-confidence



Baru sekarang saya sadari bahwa saya telah kehilangannya sejak lama.  Setelah dulu sekali, saat saya begitu bangga dengan diri saya, dengan pencapaian saya, saya pernah menggenggamnya, erat.  Agaknya, pada satu momen di hidup saya dia telah terlepas dari genggaman. Entah karena apa. Dan apapun yang saya hadapi kemudian, tanpa disadari saya lalui tanpanya. Mungkin itulah mengapa saya sering merasa ragu, takut, dan tidak nyaman, hingga saya menjadi terbiasa dengan kondisi itu. Ketika begitu membutuhkannya seperti sekarang, saya tiba-tiba tersadar atas kehilangan ini. Dan setelah sekian lama, saya pikir mungkin sekarang dia ada di suatu tempat yang berdebu tebal, kusam.

Lalu, dimana dia?

Bagaimana cara menggenggamnya kembali?

Gawat.

Saya tidak tahu.

6 comments:

Eka Prasetya said...

Momen utk mendapatkannya kembali akan hadir, entah kapan, tak terduga, spt juga momen ketika kehilangannya yang hadir begitu saja.. :)

ike yulia martha said...

ahh semoga momen itu lekas datang.saya sangat membutuhkannya :)

astri arsita said...

ih, sayapun, semakin tua semakin labil *errrrr*

ike yulia martha said...

haha iya nih. tapi labil kita beda kaan sama abege *gamaudisamain :))

astri arsita said...

iya beda, lebih parah *ahahhahaha :p

ike yulia martha said...

ohh dem. ahahahaha :D