Berawal dari cerita soal bagusnya air terjun (Curug) Cibeureum di daerah Sukabumi, hingga akhirnya tercetus lah ide untuk benar-benar melongok ke sana. Dan pilihan jatuh pada hari kerja (Selasa) dengan alasan menghindari macet sekaligus melepaskan diri sesaat dari kerjaan :D
Keberangkatan rombongan dari Bandung direncanakan pukul 05.00 subuh mengingat kondisi cuaca Sukabumi yang tidak bersahabat belakangan ini. Perkiraan sampai di sana pukul 8 atau 9 pagi yang dirasa pas untuk menikmati hawa di sana. Konon menjelang siang justru Curug Cibeureum ini sudah keburu tertutup kabut. NYATANYA, kami berangkat pukul 7 pagi dari Bandung. Belum lagi ada acara ditilang plus muter-muter cari jalan menuju tol karena diberlakukannya jalur searah sampai siang.
Alhasil kami baru sampai Sukabumi menjelang pukul setengah 12. Dan tanpa ba bi bu, teman yang sudah menunggu di Sukabumi langsung mengajak kami ke TKP, dan sesampainya di sana, ternyata itu bukan Curug Cibeureum (haha). "Terpaksa gua ganti tujuan, karena kalian kesiangan. Jadi sekarang kita ada di Curug Sawer. Ga kalah bagus kok," kata teman tadi.
Meski berubah tujuan, yang jelas acara hiking kami (seperti yg sudah direncanakan) tetap jadi. Bedanya, kalau hiking ke Curug Cibeureum lebih jauh lagi, kata si teman.
Nah, adalah keputusan yg salah jika Anda memilih Converse untuk hiking. Karena saya sukses kepeleset berkali-kali jika melewati medan dengan tanah yang basah. Belum lagi kalau turunan. Sekitar 20-30 menit perjalanan (hiking) cukup membuat kami ngos2an, dan bermandikan keringat. Saya sendiri sedikit terbantu karena belakangan sering jalan pagi, jadi ya lumayan lah staminanya. Entah apa jadinya kalau masih suka bangun siang dan malas olah raga, saya rasa baru di tanjakan pertama sudah harus ditandu :D
Sampai sana, rombongan kelaparan yg belum makan dari pagi ini begitu buas membuka bungkus nasi timbel, menyerbu ikan asin, telor mata sapi, tahu dan sambal yg pedas. Nikmat!
Seolah didesak oleh langit yg mulai mendung, usai makan kami langsung menyerbu air terjun yang tak jauh dari tempat kami makan. Dan air terjun ini sempurna, airnya jernih dan SANGAT DINGIN SEKALI OH TUHAN, dikelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi besar. Kalau menengadah, terlihat langit yg terbingkai dedaunan dari pohon-pohon yg tumbuh di berbagai sisi.
Bagi yang takut berenang/berendam di dekat air terjun sama seperti saya, sebaiknya bermain air saja di sungai dan mata air yang di dekat situ. Selesai berendam air es ini, kita bisa langsung menyesap kopi hangat yang dijual oleh seorang ibu di sekitar situ.
Dari pengamatan ke sekeliling, tempat ini belum dijamah oleh banyak orang. Kebanyakan sepertinya masih penduduk di sekitar Kec.Kadudampit maupun Sukabumi.
Sekira satu jam di sana, kami langsung berkemas karena gerimis mulai terasa. Melewati jalur yang sama saat datang, kali ini kami lebih semangat untuk kembali hiking. Mungkin karena kedinginan jadi butuh pemanasan agar tubuh hangat :D
Dari sana kami langsung diajak ke sebuah warung sederhana pinggir jalan yang menjual surabi khas Tasik. Saya pilih surabi telor bebek oncom (sesuai rekomendasi) dan minumnya saya pilih menu andalan warung ini, bandrek india. Untuk surabi, telor bebeknya kurang matang jadi masih berasa agak amis, tapi overall enak :) surabi gulanya juga enak. Untuk bandrek india, bisa pakai susu atau original. Saya pilih pakai susu, dan sepertinya saya akan lebih suka yang original :D

4 comments:
Kumaha daman Martha teh??
Sehat
baik pak :) apa kabar pak?
Sehat...lumayan...
Post a Comment