May 24, 2012

67 tahun, 8 kali

Yang pertama adalah usia bapak saya yang baru saja berulang tahun 19 Mei kemarin. 

Yang kedua adalah frekuensi dia merayakan ulang tahun di surga. 

Angka pertama menyadarkan saya betapa dia sudah tua sekarang. Saya membayangkan jika dia ada di hadapan saya, mungkin badannya masih kelihatan gagah (seperti biasa). Bedanya sudah banyak uban di kepala, ditambah keriput sana sini. Tapi volume suaranya masih sama, gaya bercanda juga. Dan oya, dia pasti masih suka mengeluarkan istilah-istilah aneh dan tidak dimengerti (bahkan oleh dia sendiri), baik saat senang, saat kesal, saat apapun! 

Dan angka kedua menyadarkan saya sudah cukup sering juga dia 'tiup lilin' di surga sana, 8 kali : 8 tahun. Artinya, sudah lama juga saya tak lagi melihatnya. Tapi suaranya masih terngiang jelas di kepala. Tawanya terekam dengan baik, dan sewaktu-waktu terputar begitu saja. 

Saya penasaran. Jika dia masih ada, akan kah dia seperti ibu saya yg tiap kali menelpon menanyakan hal sama terus: 'kapan kawin?'. Kalau dia juga begitu, sepertinya saya akan lebih sering tidak mengangkat telponnya, sama seperti telpon dari ibu :D

Tapi kalau bapak sepertinya lebih bisa diajak ngobrol untuk urusan yg satu ini  (eh, atau tidak?!). Dulu, saat saya SMA, dia pernah bilang : kakak (panggilan saya di rumah), pacarannya jangan sekarang, nanti saja kalau sudah kuliah. Sekarang santai saja dulu

Dan sekarang anak gadisnya yg sudah 27 tahun ini masih jomblo *marut kelapa.

Tapi meski saya merasa kenal dan tahu dia, tetap saja saya tidak bisa menebak apa yang akan bapak saya katakan jika melihat saya yg sekarang. Melihat saya yg memilih pekerjaan yg jelas tidak sesuai harapannya. Saya ingat, sebelum meninggal, dia pernah minta saya ambil jurusan Humas saja. Keinginan yg tidak saya penuhi, karena saya berakhir di Jurnalistik. Hehe sorry, Pa! *sungkem.

Hm, kalau dipikir-pikir, meski pekerjaan bapak sudah mengantarkan dia menjelajahi nusantara ini dan berkenalan dengan beragam macam bule, tapi untuk urusan tertentu dalam keluarga, dia tetap lah sosok yang naif (saya rasa). Dia minta saya masuk jurusan Humas, seinget otak saya yang pelupa ini, adalah karena saya perempuan. Jadi menurut hemat saya, bapak pikir karena saya cewe, ya kerja sebagai PR lah yang paling jelas dan pas. 

Kesimpulannya, dia tidak suka dengan pilihan hidup yang saya ambil sekarang. Kerja sebagai jurnalis, merintis media baru pula, bukannya kerja ke media yang jelas-jelas mapan. Dan klimaksnya, saya belum nikah, bahkan eng ing enggg BELUM PUNYA PACAR! 

Ya ya, sekarang saya menemukan jawaban dari pertanyaan 'kalau bapak masih hidup, dia akan berkomentar apa'.

Dia akan bilang: Kakak, kamu ini kapan dengerin omongan Papa? Disuruh jangan pacaran dulu itu pas SMA, jangan keterusan sampe sekarang juga. Trus disuruh ambil jurusan Humas, malah ambil Jurnalistik. Sekarang galau kan? Bingung kan? Menghela napas sejenak, ia pun melanjutkan: Ga perlu galau. Ni ada anak temen papa yang bule, dia juga blom nikah. Kamu mau papa jodohin? Dan singkat cerita, saya pun kawin sama bule. Oh Papaaaaaa *peluk ngarep.

Eh bentar, setelah dibaca lagi adegan di atas bukan mengharukan, tapi menyedihkan, pemirsa! Bahkan orang yg mabok rendang ganja pun tidak akan berimajinasi seperti itu. Ahhh *malu *balurin rendang ke muka.

Ya sudahlah Papa, pokoknya aku cinta dan sayang kamu. Selamat ulang tahun yaa. Aku tahu kamu juga sayang aku, apapun aku jadinya sekarang...dan nanti *peluk sayang dan kangen :)

8 comments:

dj suranto said...

Martha sedang ingat bapakmu???

ike yulia martha said...

Hehe iya, Pak. Selalu ingat sih sebenernya. Cuma karena kemarin2 beliau baru berulang tahun, ya jadi ingin bikin tulisan :D Bapak apa kabar di sana?

dj suranto said...

Makasih baik² kemarin ini kena Asam Urat, karena lupa minum Allopurinol......kamu sekarang dimana Martha??

ike yulia martha said...

masih di bandung pak. tapi udah ga di radio lagi, sekarang di situs musik, namanya uncluster.com.
bapak masih di Jerman? saya mau ah nanti nyobain beasiswa ke sana, atau ke belanda hehe

dj suranto said...

Tetap masih disini, kalau gitu kamu sama si Opick??
Banyak yang dapet Beasiswa dan setahun di Berlin, barusan ada beberapa dari Yogja dan Surabaya....mereka pulang..dan yah sedih lah...

ike yulia martha said...

iya sama opick juga.
saya ngurus dokumen2 yg dibutuhin aja tertunda terus ni hehe. semoga nanti kita bisa ketemu di sana ya, pak :)

dj suranto said...

Kudoakan..........semoga tercapai.......salam ke Opick

ike yulia martha said...

AMIIN :)
Siap, nanti salamnya disampaikan.