Mar 22, 2014

Green Canyon & Pangandaran di Suatu Selasa

Entah kenapa, Selasa selalu menjadi pilihan untuk saya dan teman-teman kantor ‘kabur’ dari rutinitas kerja. Jika sebelumnya kami pilih piknik ke kawasan air terjun di Sukabumi, kali ini pilihan jatuh ke Green Canyon dan Pangandaran. Cuaca tak bersahabat belakangan di Bandung membuat kami sempat deg-degan juga. Hujan bisa saja membuat perjalanan hampir 8 jam dari Bandung ke Green Canyon sia-sia. Tapi ya apa yg bisa dilakukan selain berdoa dan pasrah untuk urusan satu ini? :D

Kami memulai perjalanan sekitar pukul 7.30. Sempat berhenti sejenak di Banjar untuk membeli buah-buahan, kebetulan sedang musim rambutan. Pukul 12.30 kami mampir sejenak untuk makan siang di RM. Beti. Rumah makan berkonsep family resto ini memiliki cukup banyak cabang di sepanjang jalan Ciamis - Banjar. Ikan bakar cobek jadi pilihan saya dan langsung jadi rekomendasi :D

Kenyang, kami lanjutkan perjalanan ke Green Canyon, kurang lebih dua jam perjalanan. Kami sampai 15 menit sebelum tempat wisata itu tutup. Untungnya masih ‘diterima’ dan diberi kesempatan untuk berkeliling selama 45 menit dengan perahu, setelah membayar 150.000 (utk 5 orang). Menurut guide-nya, sudah 4 hari ini cuaca di sana cerah sehingga airnya pun berwarna hijau (sesuai namanya), sayang terlihat masih banyak sampah yg mengapung sepanjang perjalanan dengan perahu. "Kalau dulu saya ke sini sepanjang rute ini airnya jernih banget," cerita teman yang membuat saya langsung menatap sebal sampah-sampah yang merusak keindahan warna hijau air di sini. Tapi yaa setidaknya airnya masih terlihat hijau, masih bagus. Ga kebayang kalau hujan, air  di sini pasti berwarna keruh. Makin ke ujung, sudah tidak ada sampah. Air semakin terlihat jernih. Perahu kemudian berhenti sejenak, memberi waktu pada kami untuk menikmati pemandangan sekeliling. Suara derasnya aliran air di antara bebatuan, tebing dan pohon yang mengepung air hijau nan jernih, juga suhu yang sejuk. Eksotis!

Sayangnya, sudah terlalu sore untuk berenang. Lagipula tak ada satu pun di antara kami yg prepared untuk berenang. Kalau saya sih bukannya ga prepared,  tapi emang ga bisa :p

Usai berkeliling di Green Canyon, kami bergegas menuju Pantai Pangandaran, demi sunset. Sayang, dalam perjalanan hujan rintik mulai terlihat membasahi kaca mobil. “Tapi sensasinya beda lho, hujan-hujan trus duduk di pantai,” celetuk teman. Jadi lah kami pacu kendaraan ke salah satu obyek wisata kebanggaan Jawa Barat itu. Selang satu jam, kami sampai. Sama dengan Green Canyon, tempat wisata ini sepi (yah, ini lah kenapa kami pilih weekday hehe). Meski gerimis, tapi kegiatan minum-minum di pantai tetap nikmat karena masih ada lembayung indah menghiasi langit Pangandaran.

Saat gelap, lampu mercusuar menyala dan laut hanya menyisakan suara ombak, kami pun beranjak. Saya sendiri, pikirannya sudah melayang ke semangkok baso H.Oding yg terkenal dengan Mie Golosor nya di daerah Ciamis. Khawatir kami tidak sempat makan di sana. Jadi, rencana untuk ngopi sejenak di rumah seorang teman di Banjar pun terpaksa dibatalkan mengingat waktu.  Bahkan rasa lapar yg mulai menghantui setiap perut kami abaikan demi mengejar Mie Golosor. Pukul 22.00 kami sampai di depan warung yg dimaksud dan ternyata…sudah tutup! (belakangan saya baru tahu dari teman kalau warung ini tutup pkl 20.00 karena daerah sana sudah sepi jam segitu).

Alhasil kami hanya bisa mengelus-elus perut yg berontak sambil membujuknya dengan cemilan seadanya. Teman yg di belakang setir kemudian memutuskan untuk memacu kendaraan pulang menuju Bandung. Dengan kondisi jalanan Banjar-Bandung yg tetap saja macet meski malam hari, serta kondisi fisik yg sudah lelah, akhirnya kami sampai pukul setengah 2 dini hari. Cape, lapar tapi SENANG tentu saja. Cuaca yg bersahabat benar-benar jadi penyelamat. Tak sabar untuk ‘kabur’ lagi di hari yg cerah berikutnya J



No comments: