Entah kenapa, Selasa selalu menjadi pilihan untuk saya dan
teman-teman kantor ‘kabur’ dari rutinitas kerja. Jika sebelumnya kami pilih piknik ke kawasan air terjun di Sukabumi, kali ini pilihan jatuh ke
Green Canyon dan Pangandaran. Cuaca tak bersahabat belakangan di Bandung
membuat kami sempat deg-degan juga. Hujan bisa saja membuat perjalanan hampir
8 jam dari Bandung ke Green Canyon sia-sia. Tapi ya apa yg bisa dilakukan
selain berdoa dan pasrah untuk urusan satu ini? :D
Kami memulai perjalanan sekitar pukul 7.30. Sempat berhenti
sejenak di Banjar untuk membeli buah-buahan, kebetulan sedang musim rambutan. Pukul
12.30 kami mampir sejenak untuk makan siang di RM. Beti. Rumah makan
berkonsep family resto ini memiliki
cukup banyak cabang di sepanjang jalan Ciamis - Banjar. Ikan bakar cobek jadi
pilihan saya dan langsung jadi rekomendasi :D
Kenyang, kami lanjutkan perjalanan ke Green Canyon, kurang
lebih dua jam perjalanan. Kami sampai 15 menit sebelum tempat wisata itu tutup.
Untungnya masih ‘diterima’ dan diberi kesempatan untuk berkeliling selama 45
menit dengan perahu, setelah membayar 150.000 (utk 5 orang). Menurut guide-nya, sudah 4 hari ini cuaca di sana
cerah sehingga airnya pun berwarna hijau (sesuai namanya), sayang terlihat masih banyak sampah yg mengapung sepanjang perjalanan dengan perahu. "Kalau dulu saya ke sini sepanjang rute ini airnya jernih banget," cerita teman yang membuat saya langsung menatap sebal sampah-sampah yang merusak keindahan warna hijau air di sini. Tapi yaa setidaknya airnya masih terlihat hijau, masih bagus. Ga kebayang kalau hujan, air di sini pasti berwarna keruh. Makin ke ujung, sudah tidak ada sampah. Air semakin terlihat jernih. Perahu kemudian berhenti
sejenak, memberi waktu pada kami untuk menikmati pemandangan sekeliling. Suara derasnya aliran air di antara bebatuan, tebing dan pohon yang mengepung air hijau nan jernih, juga suhu yang sejuk. Eksotis!
Sayangnya, sudah terlalu sore untuk berenang. Lagipula tak
ada satu pun di antara kami yg prepared
untuk berenang. Kalau saya sih bukannya ga prepared, tapi emang ga bisa :p
Usai berkeliling di Green Canyon, kami bergegas menuju
Pantai Pangandaran, demi sunset.
Sayang, dalam perjalanan hujan rintik mulai terlihat membasahi kaca mobil. “Tapi
sensasinya beda lho, hujan-hujan trus duduk di pantai,” celetuk teman. Jadi lah
kami pacu kendaraan ke salah satu obyek wisata kebanggaan Jawa Barat itu.
Selang satu jam, kami sampai. Sama dengan Green Canyon, tempat wisata ini sepi
(yah, ini lah kenapa kami pilih weekday hehe).
Meski gerimis, tapi kegiatan minum-minum di pantai tetap nikmat karena masih
ada lembayung indah menghiasi langit Pangandaran.
Saat gelap, lampu mercusuar menyala dan laut hanya
menyisakan suara ombak, kami pun beranjak. Saya sendiri, pikirannya sudah melayang ke
semangkok baso H.Oding yg terkenal dengan Mie Golosor nya di daerah
Ciamis. Khawatir kami tidak sempat makan di sana. Jadi, rencana untuk ngopi
sejenak di rumah seorang teman di Banjar pun terpaksa dibatalkan mengingat
waktu. Bahkan rasa lapar yg mulai
menghantui setiap perut kami abaikan demi mengejar Mie Golosor. Pukul 22.00 kami
sampai di depan warung yg dimaksud dan ternyata…sudah tutup! (belakangan saya baru
tahu dari teman kalau warung ini tutup pkl 20.00 karena daerah sana sudah sepi
jam segitu).
Alhasil kami hanya bisa mengelus-elus perut yg berontak
sambil membujuknya dengan cemilan seadanya. Teman yg di belakang setir kemudian
memutuskan untuk memacu kendaraan pulang menuju Bandung. Dengan kondisi jalanan
Banjar-Bandung yg tetap saja macet meski malam hari, serta kondisi fisik yg
sudah lelah, akhirnya kami sampai pukul setengah 2 dini hari. Cape, lapar tapi
SENANG tentu saja. Cuaca yg bersahabat benar-benar jadi penyelamat. Tak sabar
untuk ‘kabur’ lagi di hari yg cerah berikutnya J








No comments:
Post a Comment