Jul 18, 2008

luck

Abis nonton film yang sebenarnya biasa saja, tapi -secara sangat kebetulan- saya baru saja membahas sesuatu yang menjadi pesan utama dalam film bertitel "match point" ini. 

Satu kali saya membahas "hari keberuntungan" dalam sebuah tulisan. Lewat YM, teman saya menanyakannya pada saya. Begini kira2 obrolan kami:

Teman: Lu percaya sama yang namanya "hari keberuntungan?"
Saya: Um, tidak. Tapi gua percaya pada yang namanya keberuntungan. Maksudnya, gua percaya bahwa yang namanya keberuntungan itu ada, tapi dia datang tidak mengenal waktu, alias bisa datang kapan saja dan dimana saja.
Teman: Jadi lu menafikkan yang namanya rasionalitas donk?
Saya: ???
Teman: Kalo gua ga percaya sama yang namanya keberuntungan, karena semuanya ditentukan oleh kerja keras kita.
Saya: Gua bukannya mengenyampingkan arti dari sebuah "kerja keras". Tentu saja itu berperan, tapi ada kalanya nasib lu juga ditentukan oleh faktor "luck" alias "keberuntungan" itu. 
Teman: Oya. Tapi kalau gua punya pendapat berbeda.
Saya: hehe ya mungkin perbedaan pandangan ini karena kita juga punya pengalaman yang berbeda.

Berakhirlah obrolan kami.

Selang beberapa hari, saya nonton film -yang judulnya udah saya sebut tadi- itu. Filmnya menurut saya biasa saja. Cuma di situ diceritain betapa faktor keberuntungan bisa membuat seorang pembunuh bisa lolos dari investigasi polisi. Akhirnya dia malah hidup bahagia dengan istrinya yang kaya raya, tanpa satupun dari keluarga istrinya yang mengetahui "kebusukan" dia. 

Hm, film ini berakhir pada sebuah adegan, dimana seorang bayi baru saja lahir, dan keluarga kaya raya itu menyambut dengan sangat antusias. Lalu mereka semua bersulang untuk si bayi sambil salah seorang berkata
"Semoga,kelak dia menjadi anak yang hebat"
Lalu yang lain menjawab:
"Saya tidak peduli dia mau menjadi hebat atau tidak. Saya hanya berharap dia menjadi anak yang selalu beruntung".

Tanpa mengecilkan arti dan peran dari sebuah usaha dan kerja keras saya rasa ada momen dalam hidup dimana nasib kita ditentukan oleh lemparan sebuah koin yang kita tidak bisa mengendalikan dan tidak tahu sisi mana dari koin itu yang akan berada di atas setelah dia jatuh pada sebuah permukaan.
There's nothing u can do with that!
Begitulah...

Teman saya yang lain bilang,
"kekuatan pikiran"

Ya, jika kita sangat menginginkan sesuatu maka itu akan terjadi begitu saja. Bahkan lemparan koin itu saja bisa kita kendalikan dengan yang namanya "kekuatan pikiran"

Hm, menarik! Lalu teringatlah saya pada kata-kata,

"When you really want something, the whole universe will conspire to make it happen"

Well, sometime, i realized it!

No comments: