Jul 25, 2008

Orangtua Durhaka?


anak1: kenapa ya ibuku suka mukul dan nyubit kalau aku salah.

anak2: mama papaku sering bertengkar, trus suka pukul-pukulan. Kalau aku nangis mereka suka membentak dan berkata "bodoh" sama aku. Papa juga bilang mau ninggalin rumah.

anak3: ...

anak1: (melihat ke anak 3) kamu kenapa diam saja? Oh, aku tahu. Kamu pasti bahagia kan kalau di rumah? Karena ibumu tidak suka memukul.

anak2: dan mama papamu tidak pernah bertengkar.

anak3: tidak

 anak 1&2: ???

anak3: (melihat kepada kedua temannya) ibu dan ayahku tidak pernah bertengkar. Ayah kerja di luar kota, dan ibuku sering membawa om itu ke rumah. Mereka sepertinya bahagia, dan ibu bilang akan mukul aku kalau memberitahu ayah.
***

Masih banyak di luar sana anak-anak yang menerima perlakuan tidak pantas dari orangtua mereka. Baik kekerasan verbal, kekerasan fisik, maupun contoh yang benar-benar tidak patut. Trauma adalah "pemberian" orangtua yang akan selalu mengiringi langkah si anak sampai kapanpun.

Saya pernah mendengar salah seorang konsultan anak berkata,
"trauma masa kecil itu, akan berkurang seiring berjalannya waktu, dan bisa hilang. Ibarat luka di tangan, bisa sembuh, mungkin meninggalkan bekas, tapi tidak berasa sakit lagi."

Tapi kalau si saya -yang bukan konsultan anak, dan bukan siapa2 juga.heuhehu- berpikir, bahwa trauma masa kecil, justru kebalikan dari luka di tangan. Jika luka di tangan bisa sembuh seiring waktu, dan paling hanya meninggalkan bekas yang terlihat tapi tidak lagi terasa sakit, kalau trauma, justru tidak meninggalkan bekas yang terlihat, tapi rasa sakit itu tidak akan sembuh begitu saja seiring dengan waktu.

Saya juga berpikir lagi, jika dampak dari rasa sakit yang teramat sangat itu, si anak jadi marah dan membenci orangtua-nya, maka si anak dicap sebagai anak durhaka. Bagaimana dengan orang tuanya yang telah melukai dan membuat si anak trauma? Adakah sebutan "orangtua durhaka"? hahahha...terdengar janggal ya istilah itu...

Sedikit berbelok dari topik, jika Malin Kundang dikutuk jadi batu oleh ibunya karena dia durhaka, mengapa tidak ada yang melihat dari sisi yang lain? Bahwa ibunya juga sama saja teganya telah mengutuk anaknya jadi batu. Ibu durhaka? Hahahhaha....


Kembali kepada orangtua yang menyakiti anak. Saya hanya bingung, mengapa banyak orang yang begitu gampang bikin anak, tapi ketika si anaknya lahir, disia-siakan? Tak hanya disakiti bahkan ada juga yang membuang anaknya. Beuh! Jika mereka memang belum siap, terutama secara mental, kenapa tidak berpikir lagi untuk punya anak?

Belum siap menanggalkan keegoisan, belum siap menanggalkan emosi yang meledak-ledak, belum tahu apa yang terbaik untuk dirinya -apalagi buat anaknya-, maka JANGAN PUNYA ANAK!

Bahkan, sekalipun telah melahirkan, orangtua rasanya tetap tidak berhak membuat masa depan seorang anak jadi kelam dengan hidup di bawah bayang-bayang trauma masa kecil. Apa hanya atas nama "saya yang melahirkan" lalu orangtua bisa melakukan apapun terhadap anaknya? Apa kata dunia?!

Anyway,  selamat hari anak (telat sih :D)
 


 

15 comments:

Ela Susanti said...

Paling jengkel kalo liat berita ada kasus kek gini, kadang kasian ma anak2 yg disia2kan ma ortunya. Ada yg dibuang dit4 sampah lah, ada yg dicekik sampe mati dll, apa ortunya ga mikir gimana sulitnya waktu Hamil (kebetulan La lg hamil neh :P).

ike yulia martha said...

bener. Udah hamil sembilan bulan, tapi setelah si anaknya lahir, malah seenaknya menyia-nyiakan. Disakiti, dibuang, bahkan dibunuh. Mikir apa ya mereka? ckckckck...

eniwei, selamat ya La, dan semoga semua berjalan lancar sampe kelahiran nanti.Amiiiin...^_^

Ela Susanti said...

Amien... Makasi ya
Btw, dulu seh ga mikir sedramatis itu, cuma karena sudah merasakan pengalaman hamil ini jadi kadang mikir "kok tega gt ya??". Suer deh pengalaman hamilnya aja dah sesibuk ini palagi melahirkannya, mang setiap org beda2 kale ya pemikirannya.... palagi yg buatnya ga pake "nikah", pasti mikirnya dibuang aja deh... tragis banget

ike yulia martha said...

hahhaha...saya belum pernah hamil saja sudah miris sekali melihat anak-anak terlantar, dan anak korban kekerasan orang tua... apalagi yang udah dan lagi ngerasain hamil ya? lebih-lebih lagi kayanya...heu..

aien r said...


Nggak gampang jadi orangtua...
dan jauh tidak gampang jadi anak-anak.....

kesimpulannya.... (???)

ike yulia martha said...

kesimpulannya...???
(lho, balik nanya....hahahha)

Yas Dong said...

saya waktu kecil, lupa euy umur berapa, liat ortu saya teriak2an. Saling ngatain. Ngomongnya kasar. Hampir cerai. Waktu mereka berantem itu, saya nonton TV. Tapi terus ganti channel. Belasan tahun lalu sih. Sedih juga ingat itu. Kelak, Saya mah ga akan bikin anak saya ngalamain yg kayak saya rasain dulu

ike yulia martha said...

itu dia! sudah berapa lama pun itu berlalu, tetep aja diinget kan? Dan sadar tidak sadar sudah meninggalkan "bekas" di dalam diri anak. "bekas" yang bisa berupa trauma, perasaan sedih/kecewa, marah, bahkan dendam. Tapi di sisi lain, jadi pelajaran buat si anak, untuk tidak melakukan hal yang sama pada anaknya kelak, atau malah melakukan hal yang sama juga ya? heu ^_^

tya scrumdiddlyumptious said...

setuju..waktu di oprah pernah dibahas masalah trauma yang diderita anak2..
the result,,,trauma anak2 tetap membekas dan punya efek ke kepribadian si anak,,perilaku,,dsb. kadang2 anaknya ga sadar kalo tingkah laku seperti suka kekerasan, tidak menghargai diri sendiri (atau orang lain) itu juga efek dari perlakuan buruk dari orang tua..dan kata si ahli yang diundang di oprah ini (gua lupa namanya,,,cakep lah,,pake kacamata..ga penting ya?hehe), orang tua slalu nganggep anak kecil ga akan inget,,padahal sebaliknya,,ingetan anak kecil itu kuat,,karena itu masa di mana mereka mereplika dan belajar bagaima seharusnya hidup sebagai 'manusia', dan contoh terdekat adalah dari keluarga..

dan orang tua durhaka ada kok ta emang istilahnya di islam,,gua pernah baca di manaaa gtu..salah satunya adalah menjodohkan anak dengan orang yang ga si anak suka!hahahaha..

Adinda Silitonga said...

Kesimpulannya sih ya, orang indonesia gak pinter pake kondom. atau pengaman lainnya.
penyuluhan KB memang harus digiatkan. tapi kenapa harus KB sih namanya? buat yang belom nikah apa dong namanya??RB? remaja berencana??

tya scrumdiddlyumptious said...

RB = remaja bertanggungjawab juga bisa..jadi kalo si remaja mau ngengeng tapi ga mau punya anak,,ya pake kontrasepsi...hehe,,naon...

ike yulia martha said...

Betul. Makanya banyak juga orang tua yang ga mikir sebelum menyakiti anaknya. Karena mereka pikir semuanya akan dilupakan setelah mereka gede. ckckckckck

ike yulia martha said...

wah, iya gitu? Ada orangtua durhaka? Trs pa kabar sama surga di telapak kaki ibu? Adakah surga di telapak kaki orangtua durhaka? nyehehehhehe

ike yulia martha said...

huahhahahahauauhuahau...utk urusan yang "itu" mereka taunya yang penting enak, Din. Nah, dampak dari itu ntr aj dipikirinnya...

ike yulia martha said...

perlu dikampanyein kali ya? RB...hahahhha,ada istilah baru. Ga mungkin Ngelarang mereka untuk tidak berbuat, lha itu kan hak dan pilihan mereka. Ga ada urusan sama kita. Tapi kalo emang mau ngelakuin, ya pilih yang aman lah ya... Jgn seenaknya ngebuang/nyia2in hasil perbuatan sendiri. beuh!