Aug 13, 2008

umur berapa saya harus meninggal?

ini obrolan singkat dengan dua orang rekan. Dan kata-kata saya pada mereka, justru akhirnya membuat saya sendiri berpikir.

Katanya (ga tau kata sapa), "jodoh, rejeki, maut itu di tangan Tuhan". Namun, tanpa disadari, banyak orang yang malah merencanakan di umur berapa dia akan menikah, di umur berapa nanti dia punya cukup uang untuk beli mobil, rumah dan yang lainnya. Lalu, apakah dia juga merencanakan di umur berapa dia akan mati?

"bagaimana dengan kamu?" tanya saya.

teman saya yang satu hanya tertawa dan melihat saya dengan raut muka, "pertanyaan loe aneh banget"

saya paksa dia untuk menjawab, dan akhirnya keluar kata-kata

"aku ga tau kapan akan mati. Tuhan yang tau"

lalu saya jawab lagi.
"lho, kalo rejeki dan jodoh bisa direncanakan akan datang umur berapa, kenapa tidak dengan kematian? Emang kamu ga punya rencana mau meninggal di umur berapa?"

akhirnya, dia hanya tersenyum dan melihat saya dengan tatapan "dasar aneh"-nya.

sementara yang satu lagi setelah sedikit tercenung, dia menjawab dengan senyum samar,

"aku ingin hidup seribu tahun lagi."

saya pun hanya tersenyum lalu cuma mengeluarkan...

"oooooo...."

lalu obrolan dilanjutkan ke bahasan lain, dan mereka saya tinggal pergi.

saya pun berpikir, dan mulai menimbang2, dan merencanakan.

"umur berapa kira-kira saya harus meninggal"

8 comments:

aien r said...


waaaahhh....
ngomongin kematian....
merinding juga.....


ike yulia martha said...

hahhaha..ho-oh...tapi emang lagi memikirkan misteri ini saja...heu...

Am I ? said...

cowards die, many times before their deaths.

*kata si shakey itu sih. hihi

ike yulia martha said...

hm...yeah...i guess so..hohohohoo

amy putri said...

kebanyakan orang malah menghindar dari kematian. takut dgn hal yg tak pasti. mungkin takut neraka. iya gak sih? soal nikah sih direncanakan karena terbayang nantinya bahagia. gitu juga soal bli mobil, rumah dsb. kalo mati kan susah ngebayangin bahagianya nanti gimana...
huhuuhuu....once i wish to die on that day...and I thank GOD that He didn't say yes to my wish...*ugghhh...why death?*

ike yulia martha said...

hahhaa...begitulah...kalau ngebayangin segala sesuatu yang serem dan yang dianggap mengerikan tidak mau, "itu rahasia Tuhan" begitu biasanya jawaban manusia. Sementara kalao ngebayangin yang tampaknya menyenangkan, "gua pengen di umur segini sudah nikah, di umur segini udah punya rumah". Tanpa berpikir bahwa semuanya tidak beda dg kematian, sama-sama "rahasia Tuhan" kan?

diandra dewi said...

jd inget lagu dream theatre yg spirit carries on...ga tau knp gw slalu merinding dgr lagu itu...tp suka bgt...coz jd ga takut sama apapun yg bakal tjd, bukankah dlm hidup hrs slalu prepare for the worst?? kadang org lupa...atw sengaja melupakan...
"if i die tomorrow i'll be alright because i believe after i've gone, spirit carries on..."

ike yulia martha said...

memangnya kematian itu adalah hal yang buruk ya? Kematian bukannya sesuatu yang pasti kita dapatkan ketika kita diberi kehidupan? Jika kita bisa menikmati kehidupan, kenapa tidak dengan kematian? Toh, kita juga tidak tahu kan apa yang akan kita alami setelah mati?