sedang dalam masa-masa kesal pada seorang teman, bahkan hanya dengan melihat namanya saja saya kesal sekali. banyak hal yg melatarbelakangi ini. intinya, ini akumulasi perasaan dari sejak dulu dan yaaa sekarang saya lagi PMS.
sebagai seorang teman, saya selalu berusaha jadi yg terbaik. lakukan apapun agar teman saya merasa nyaman. sampai akhirnya saya berada di titik, "kayanya gua berusaha terlalu keras deh, dan dianya biasa aja". akhirnya ya capek sendiri. bahkan saya tidak tahu, apa selama ini saya masih menjadi diri sendiri atau malah sebaliknya di hadapan teman-teman. lalu lahirlah kesal yang menumpuk dan menumpuk.
sebagai seorang teman, saya selalu berusaha jadi yg terbaik. lakukan apapun agar teman saya merasa nyaman. sampai akhirnya saya berada di titik, "kayanya gua berusaha terlalu keras deh, dan dianya biasa aja". akhirnya ya capek sendiri. bahkan saya tidak tahu, apa selama ini saya masih menjadi diri sendiri atau malah sebaliknya di hadapan teman-teman. lalu lahirlah kesal yang menumpuk dan menumpuk.
entahlah, saya tahu konyol saja kalau tiba-tiba saya unfriend teman saya yg satu ini di FB atau unfollow di twitter hanya untuk memuaskan nafsu amarah saya, sementara dia tidak tahu apa-apa. karena sesungguhnya kekesalan ini sumbernya dari saya (ya meski dipicu oleh tingkah dan sifatnya dia juga). tapi saya lebih memilih menyalahkan diri sendiri. kalau pun saya ungkapkan kekesalan ke dia, saya tidak tahu mulai dari mana?!
jadi sekarang gambarannya seperti ini, saya kesal setengah mati di sini dan di sana dia mungkin sedang duduk manis melewati sore ditemani secangkir teh.
ah kalau sudah bicara tentang teman, kadang saya merasa yg terbaik, tapi kadang saya merasa seperti pecundang. entahlah...
No comments:
Post a Comment