Nov 3, 2014

Saat Rindu Mama dan Rumah

Beberapa hari ini saya cukup intens mengenang Mama. Entah lah, tiba-tiba saya ingat sosoknya sedang duduk di kursi roda. Ingat suaranya di seberang telepon. Bahkan saya rindu rumah dengan Mama di dalamnya.

Jika kehilangan Papa saya merasa terpukul dan baru bisa benar-benar ikhlas setelah beberapa tahun sejak kepergiannya, maka kehilangan Mama rasanya agak berbeda. Saya ikhlas, tapi sedih. Sungguh. Apalagi jika ingat rumah. Karena Mama adalah sosok yg selalu saya dapati jika pulang ke rumah. Saat Papa ditugaskan ke luar kota, saat anak-anaknya satu per satu (termasuk saya) pergi dari rumah untuk menimba ilmu ke luar kota, lalu menikah dan melanjutkan hidup masing-masing di tempat yg berbeda, hanya Mama yang tetap ada di rumah.

Beberapa hari setelah Mama pergi dan saya bersiap kembali ke Bandung, kami sempat gotong royong membersihkan rumah. Dan ya, rasanya sepi dan kosong. Rumah itu tidak benar-benar kosong memang, karena masih ada kakak laki-laki saya yang menempati. Tapi tanpa Mama, rasanya benar-benar berbeda. Rumah ini sudah begitu lekat dengan sosoknya. Saya bahkan bisa mengingat Mama dengan jelas di setiap sudut rumah. Banyak sekali kenangan di rumah itu bersamanya.

Saya memang bukan anak perempuan yg dekat dengan ibunya. Kami bahkan tidak pernah saling mencurahkan isi hati atau sejenisnya. Kami tidak pernah benar-benar sepaham bahkan lebih sering bertengkar. Saling sayang tentu saja, hanya saja kami tidak dekat. Tapi sejak kepergiannya, semua kenangan tak menyenangkan hilang begitu saja. Syukurlah, otak dan hati saya sepakat untuk hanya mengenang masa-masa menyenangkan (kadang juga mengharukan) dengan Mama.

Pascakepergian Mama, membuat saya ingin lebih sering pulang. Sekedar menengok rumah yg di halamannya ada makam Papa dan Mama. Dan oh tentu saja menengok kakak saya yg tinggal sendiri di rumah itu (hehe). Di kampung halaman saya, kebanyakan rumah sayangnya ditinggal begitu saja terutama setelah para orang tua meninggal dunia. Karena itu saya ingin rumah peninggalan Mama dan Papa ini tetap terawat, sehingga kelak kami tetap bisa berkumpul seperti sebelumnya. Jadi Mama dan Papa tetap bisa melihat kami dari tempat peristirahatan terakhir mereka J

No comments: