Apr 24, 2015

ngalor ngidul

baiklah, saya sudah menetapkan prioritas kalau nanti dapat uang (banyak) hehe.

alokasi pertama akan digunakan untuk membeli ponsel. saya punya ponsel sih, ponsel pinjaman. si adik, sang pemberi pinjaman bahkan hampir lupa sudah meminjamkan ponselnya pada saya karena menurut dia tidak dikembalikan juga tidak apa-apa. tentu saya senang.

ah tapi tidak juga... pertama, karena ponsel pinjamannya banyak keterbatasan, terutama space memory (beuh, udah bagus dipinjemin haha). kedua, karena dari awal saya niatnya emang cuma pinjam (untuk batas waktu yg tidak ditentukan). jadi kini saya lagi ngumpulin uang karena tidak lagi terima gaji :D yah, begini dukanya kalau terlalu keras kepala untuk bekerja ke orang lain dan terima gaji yg jelas-jelas lebih menjamin. ini malah lebih milih bekerja untuk diri sendiri yg ga ada kejelasannya.

ok abaikan curcol barusan.

nah, maka dari itu, saya sekarang ini sedang concern sekali dengan cara 'apapun' yg bisa dengan cepat mendatangkan ponsel ke tangan saya. eh, tentu masih cara halal laah. ikutan kuis atau undian misalnya (hehe).. buat yg pakai LINE sebagai salah satu messenger application pasti tahu ya kalau mereka sering mengadakan kuis. hadiahnya mulai dari merchs, pulsa, kupon makan dll. nah, terbaru nih LG bekerjasama dg LINE mengadakan kuis berhadiah ponsel. sepuluh unit dibagikan tiap hari sampai tgl 19 April 2015. caranya, tinggal ketik LG setiap hari. daaann  hasilnya nihil (hahaha)..

selain itu, bulan lalu saya juga tertarik mengikuti pinkemma review competition dengan hadiah utama galaxy tab. ini nih, yg sedikit mau saya bahas. 

buat yang belum tahu, pinkemma adalah salah satu e-commerce yang menawarkan segala macam outfit bagi perempuan. saya bisa dibilang salah satu customer. jujur saja, saya sedikit pede untuk ikutan kompetisi ini. apalagi ketentuan kompetisi mulai dari panjang tulisan, apa yang harus disertakan dalam tulisan termasuk kelebihan dan kekurangan dll menurut saya tidak sulit untuk dipenuhi. akhirnya, saya buat lah review berupa pengalaman selama belanja online di sini. 

hingga masa kompetisi berlalu, saya tiba-tiba penasaran karena tidak ada kabar apa-apa tentang kompetisi ini. saya akhirnya melongok twitter pinkemma. ternyata sudah ada pengumuman pemenang beberapa hari sebelumnya. tentu saya tidak menang, karena kalau menang, saya tidak perlu curhat panjang lebar soal ponsel di awal tulisan ini (haha). 

iya saya kecewa, karena gagal mendapatkan ponsel. tapi saya lebih didominasi perasaan tidak pede dengan kemampuan menulis saya, tiba-tiba merasa kecil. tapi begitu saya baca blog pemenang, somehow perasaan negatif itu sirna. saya tidak merasa tulisan saya lebih bagus atau lebih layak menang juga. karena sejujurnya banyak kekurangan di tulisan saya. dan terutama mungkin blog saya ini tidak banyak pengunjung (haha).. yaaa kalau kesal karena tidak menang kan manusiawi. tapi saya merasa kalau standar penilaian kompetisi ini berbeda. tulisan pemenang overall ringan untuk dibaca, dan penuh dengan kesan positif tentang pinkemma. di akhir tulisan dia buat list sekian banyak kelebihan pinkemma dan dua kekurangan pinkemma yg bisa diabaikan saking kentalnya kelebihan di dalam tulisan ini. oya, tulisannya pun menyalahi aturan bahwa blog tidak lebih dari 500 kata. 

jadi standar penilaian berbeda yang saya maksud tadi, ketika bicara review yang ada di benak saya adalah menulis apa adanya sesuai pengalaman dan pendapat pribadi (termasuk membahas kekurangannya) lalu dikemas semenarik mungkin untuk dibaca. juga, tidak menyalahi aturan kompetisi. bukannya seberapa intens penulis memberi pujian dan hal-hal postif dalam reviewnya. tapi, saya sadari sekarang kalau itu pemikiran naif. namanya brand, bagaimana pun juga yang jadi tujuan utama adalah bagaimana memperkuat image positif brand itu sendiri. poinnya, bukan seberapa bagus tulisan peserta, tapi seberapa bagus brand tsb di dalam review peserta.

tapi dalam hal ini yg jadi perhatian saya bukan karena memberi review sangat positif, toh yg namanya opini bebas saja.. kalau memang menurut kita bagus, tak ada salahnya memuja dan memuji. tapi jika tak ada yg istimewa dalam cara menulis dan menyampaikan review (kecuali isinya yg positif semua), kemudian menang, yasudah..sekali lagi memang standar penilaiannya berbeda. 

ah, dari bicara ponsel jadi kemana-mana :))

No comments: