Mar 4, 2016

tentang mimpi

hari minggu lalu, saya ditelpon oleh salah seorang tante saya. bukan, dia bukan salah satu dari mereka yg berkunjung di cerita sebelumnya (hehe).

tante saya yg ini, adalah yang sangat membantu persiapan pernikahan adik saya dan meninggalkan keluarganya beberapa lama untuk mengurus ibu saya yg sempat terserang stroke sebelum pergi untuk selamanya.

saya, tidak begitu dekat dengan tante ini sampai akhirnya kami  bekerjasama dalam mengurus persiapan pernikahan adik saya. 

kembali ke hari minggu kemarin...

"tante mimpi sama mama, papa kamu, dan ada kamu juga."
"oya, mimpi apa?"
"mimpi pertama, tante lihat papa dan mama kamu bawa kamu sama abang kamu. trus mereka ninggalin kalian di dalam mobil. tante panggil mereka, tapi mereka cuma berlalu sambil senyum."

dari mimpi itu, menurut tante dia tidak terlalu ngeh artinya, bahkan sampe mimpi yg kedua sekali pun.

"mimpi berikutnya, ceritanya mama kamu lagi nyuapin kamu, trus tante datang dan tiba-tiba mama ngasihin piringnya ke tante nyuruh ngelanjutin nyuapin kamu. dan lagi-lagi papa kamu cuma senyum ngeliat itu."

sampai akhirnya di mimpi ketiga, tante mengaku mulai tersentak..

"jadi di mimpi ketiga, kamu itu lagi jalan dan tiba-tiba mama kamu ngedorong tante sambil setengah teriak nyuruh tante buat nyusul kamu."

dan rentetan mimpi dalam dua bulan terakhir itu ditutup dengan adegan mama, saya dan tante yg tengah duduk, dimana mama tidak bicara apapun hanya saja raut mukanya tampak sedih.

"setelah itu, tante shalat dan berdoa sambil meyakinkan mama kamu untuk tenang saja di sana sama papa. karena tante akan jaga kamu."

saya hanya diam saat tante justru bertanya pada saya, apa mungkin arti mimpinya adalah mama mengkhawatirkan saya. 

saya tidak paham soal arti mimpi dsb. tapi mendengar cerita tante, menimbulkan perasaan sendu yang saya coba tepis agar tidak sedih berlarut-larut.

entahlah. saya rasa, orang tua tetaplah orang tua. meski kita merasa sudah besar dan bisa bertanggung jawab atas diri  sendiri,  mereka tidak bisa berhenti peduli dan khawatir, meski sudah tiada..





No comments: