banyak langkah yg telah saya buat dalam hidup lalu saya sesali.
iya saya tahu, menyesal tiada gunanya.
iya saya tahu, menyesal tiada gunanya.
saya bukannya tidak bersyukur atas apapun yg saya dapatkan dan nikmati sekarang. tapi jika hari-hari saya habiskan mengenang masa kecil dan ingin sekali mengulangnya seperti kata lagu (yg entah milik siapa), if i can turn back time... itu artinya saya tidak bahagia dengan hidup yg sekarang kan?!
tapi mungkin ada yg heran, memangnya ada apa dengan hidupmu yg terlihat baik-baik saja? iya, saya juga kadang suka gitu. melihat orang lain di media sosial memajang foto, saya langsung dengan mudahnya bilang "kayanya hidup dia enak, bahagia, ga ada masalah." jadi ya, saya tidak bisa salahkan orang yg berpikir sama tentang saya. rumput tetangga lebih hijau itu betul sekali. lihat orang makan enak, liburan seru, serasa hidup dia menyenangkan tiap hari, dan apalah saya?! lalu mulai menyalahkan pilihan yg dibuat di masa lalu yg menggiring saya ke titik ini.
saya sesungguhnya ingin seperti orang lain. sekolah, kuliah, lulus, kerja, nikah, punya anak, dst. saat ini saya ada di tahap 'kerja' dan sebagian bilang "wah, keren kamu punya usaha sendiri". iya, saya mengelola usaha sendiri dengan modal nol, dan itu keren bagi orang lain, tapi sakit kepala tiada akhir bagi saya. hingga sampai ada di titik, "udah ah, kerja aja ke orang lain, terima upah tiap bulan, terjamin."
tapi nyatanya saya masih di sini sekarang. keras kepala ya?! saya abaikan tawaran orang lain untuk bekerja jadi pegawai biasa, dan bersikeras ingin mengembangkan bisnis ini, tanpa tahu bisa dapat 'pertolongan' atau tidak. yeap! seriously, i need help. BIG HELP! pertolongan moril dan materil (tentu saja). brand yg saya kelola sudah bagus sebenernya, tapi keuangan (entah kenapa) makin suram. sudah 3 tahun, saya cuma bisa 'ya jalani aja dulu, kita lihat nanti!' dan ternyata stuck, ga kemana-mana.
parahnya, saya sering bimbang dan tidak berani mengambil keputusan. kalaupun pada akhirnya memutuskan sesuatu, ya butuh waktu lama. lucu ya, kesannya saya ini orang yg sangat berhati-hati dalam melangkah, tapi sejak awal tulisan ini saja saya mengakui banyak langkah yg saya sesali.
oya, kemarin saya nonton ulang film 'good will hunting'. cerita tentang anak jenius yang bekerja di bagian cleaning service sebuah kampus. kejeniusannya terendus oleh seorang dosen di kampus itu yg kemudian membawanya ke seorang terapis. will, si anak jenius ini, adalah korban dari child abuse. dan seperti kebanyakan anak yg menerima kekerasan verbal maupun fisik, will juga meng-underestimate dirinya sendiri. bahwa hidup yg pantas untuk dia adalah bekerja serabutan, nongkrong di bar, lalu pulang ke rumah.
hingga ada saat dimana sang terapis memberi pertanyaan sederhana dan anak jenius ini tidak bisa jawab. "what do you wanna do?"
harusnya saya seneng sih, tahu bahwa anak jenius saja tidak bisa menjawab pertanyaan itu, apalagi saya! lalu saya ingat satu momen saat saya chat dengan seorang teman, yg kemudian membuat saya sadar bahwa masalah saya sebenarnya mungkin sama, "saya tidak tahu apa yg benar-benar saya inginkan dan apa yg ingin saya lakukan".

No comments:
Post a Comment