Apr 24, 2008

gadis itu benar-benar kecil

siang tadi pas lagi di damri, saya lihat ke luar jendela dan ada gadis kecil lagi bediri di pinggir jalan. dari kerincingan yang dia pegang, saya yakin dia pengamen cilik. 

saat bis ini mulai bergerak, dalam hitungan detik dia sudah bediri di sebelah saya. saya duduk dii dekat jendela dan di samping kanan saya ada ibu-ibu yang sepertinya seorang dosen, walau cukup tua juga untuk jadi dosen.

 tanpa basa basi pengamen cilik ini langsung nyanyi dan spontan saya dan ibu di sebelah melihat ke arah dia. dan tanpa janjian juga, kami melihat anak ini dari atas sampai bawah. entah apa yang ada di pikiran si ibu, tapi kalo saya sendiri sudah menduga, bahwa dia memang benar-benar kecil, tidak hanya tubuhnya, tapi umurnya juga saya perkirakan maksimal 6 tahun. kulit coklat, dengan rambut sebahu, dan tampak dekil karena mungkin seharian dia habiskan di jalanan. dia juga menyandang sebuah tas, yang entah apa isinya. saya harap uang receh yang sudah berhasil dia kumpulkan seharian ini.

memang bukan sekali ini saya melihat anak sekecil ini turun ke jalanan buat ngamen... tapi entah kenapa baru sekali ini saya benar-benar mendengarkan anak-anak seperti dia nyanyi angkutan umum. entah karena dia bediri persis di samping kursi saya dan menghadap ke saya, atau memang karena suara dan artikulasi dia cukup jelas dan bagus dibanding anak-anak seumurannya. bahkan menurut saya kerincingan yang dia mainkan selama bernyanyi juga cukup seirama dengan suaranya. ga nabrak seperti yang sering didengar dari pengamen kebanyakan.

 yang membuatdia sama dari pengamen cilik lainnya adalah lagu yang dia bawain. lagu cinta entah siapa penyanyinya, yang saya ragu dia mengerti arti lagunya.
 
saya asik saja melihat ke luar jendela, sambil berpikir emak sama bapaknya lagi ada dimana dan sedang apa? lalu apa uangyang dia peroleh, benar-benar untuk dia semua, atau dia juga tidak luput dari sasaran para preman yang hobi malakin anak-anak jalanan seperti dia?

 tiga lagu pun selesei dia bawain, tanpa basa basi, dia langsung menyodorkan tangannya. dan pas sampai di bangku saya, si ibu di sebelah memberi recehan. sekilas, saya lihat tangannya yang menampung receh dari penumpang.. dan Tuhan, bahkan tangannya yang dihiasi kuku-kuku panjang tak terawat itu pun tidak cukup besar untuk menampung uang receh yang diberi penumpang. sekecil itukah dia?
 
dan ya, dia memang sekecil itu. saya hanya melihat satu contoh "kecil" dimana masih banyak di luar sana ygan sama bahkan mungkin nasibnya jauh lebih memprihatinkan dari dia.


*foto: ilustrasi

No comments: