Apr 24, 2008

Kisah Seorang Teman

Saya benci saat keinginan menolong temen terhalang, saat kata-kata "stop, ini bukan urusan lu" bergema di otak. akhirnya yang saya lakukan hanya diam, dan membalas pelukannya saat dia memeluk saya dan dia pun menangis. 

setidaknya ada yang bisa saya berikan saat itu, bahu untuk dia menangis, dan tangan untuk membalas pelukannya. 

bagaimanapun, yang saya tahu tidak ada yang bisa menolong seseorang keluar dari masalah, kecuali dirinya sendiri. Tapi apa yang bisa dilakukan, jika dia sendiri menunjukkan indikasi bahwa dia tidak mampu untuk menyelesaikannya.

sementara kita terjebak oleh pikiran sendiri. di satu sisi ingin sekali membantu namun di sisi lain merasa tidak seberarti itu juga untuk mengintervensi lebih jauh masalahnya. 

tapi rasanya keadaan yang saya hadapi lebih pelik dari itu. temen saya bukannya tidak mampu menyelesaikan masalah, tapi dia tidak sadar kalo dia dalam masalah. saat ini saya hanya duduk, dan melihat teman sayadisakiti, tapi saat saya ingin membantu, si teman bilang,
"tha, gua ga apa-apa kok. Gua anggap segalanya ada hikmah dan sisi positifnya."And then, she smiled at me. Oh..God!!! How come???

semua orang melihat dia disakiti, tapi dia sendiri selalu bisa melihat hikmah di balik semuanya (who is she ,anyway? An angel??? or just another "the innocent girl?")

 tahukah dia saat dia selalu bisa melihat hikmah dari segala perlakuan yang menyakitinya, maka dia ga akan pernah merasa disakiti, dan baginya orang yg menyakiti itupun tidak akan pernah salah???
dalam konteks yang sedikit berbeda, tapi masih sedikit nyambung, jika semua orang seperti teman saya ini, maka dunia akan damai, tidak akan ada perang dalam arti sesungguhnya, tapi akan ada yang namanya perang batin... mungkinkah penjara akan kosong, dan rumah sakit jiwa mendadak penuh???

No comments: