
teman,
mungkin "suatu hari" nanti
kita tidak akan bisa menikmati dinginnya malam bersama lagi
suatu hari
dimana sekarang kita menyebutnya "masa depan"
masa depan
dimana mungkin kau sudah bersama teman atau orang lain yang duduk bersamamu,
bukan aku
sambil tersenyum kecil kalian akan berbincang tentang masa kini, yang nanti kalian sebut sebagai masa lalu
aku pun begitu
entah ada dimana kita saat itu
tapi bukankah itu yang sedang kita khayalkan saat ini?
berandai tentang masa depan yang sempurna dan manis
walaupun rasa takut juga menyelinap di benak kita
aku takut bahwa aku tidak cukup kuat untuk menghadapi apa yang ada di depan
bagaimana denganmu?
apa yang kau takutkan?
ah, mungkin kau tidak pernah setakut aku mungkin karena itulah aku berbagi ketakutanku denganmu
teman,
aku melihat orang-orang meninggalkanku
untuk meraih masa depan mereka
tadinya mereka sepertiku
gamang dan takut akan masa depan
tapi aku terlalu lama dalam ketakutan dan kegamangan
sementara mereka tidak punya waktu untuk menungguku
akhirnya mereka pergi
bodoh, jika aku berpikir
aku dengan mereka atau denganmu
punya nasib yang sama
dan kemanapun akan selalu bersama
kenyataannya nanti kita akan ditinggalkan dan meninggalkan,
karena kita punya jalan sendiri2.
ah, sudahlah teman
kita nikmati saja dinginnya malam saat ini
sambil terus berkhayal
saat kita lelah kita akan kembali dari khayalan
dan menemukan diri kita masih duduk bersama.
dan biarkan esok membuat dinginnya malam ini
menjadi kenangan yang akan selalu kita ingat
bdg, oktober 2007
No comments:
Post a Comment