Apr 24, 2008

kepada teman


teman,
mungkin "suatu hari" nanti
 kita tidak akan bisa menikmati dinginnya malam bersama lagi
 
suatu hari
dimana sekarang kita menyebutnya "masa depan"

masa depan
dimana mungkin kau sudah bersama teman atau orang lain yang duduk bersamamu,

bukan aku
sambil tersenyum kecil kalian akan berbincang tentang masa kini, yang nanti kalian sebut sebagai masa lalu 

aku pun begitu
entah ada dimana kita saat itu
tapi bukankah itu yang sedang kita khayalkan saat ini?
 berandai tentang masa depan yang sempurna dan manis

walaupun rasa takut juga menyelinap di benak kita
 
aku takut bahwa aku tidak cukup kuat untuk menghadapi apa yang ada di depan

bagaimana denganmu?
apa yang kau takutkan?
ah, mungkin kau tidak pernah setakut aku mungkin karena itulah aku berbagi ketakutanku denganmu

teman,
 aku melihat orang-orang meninggalkanku
untuk meraih masa depan
mereka
tadinya mereka sepertiku  
gamang dan takut akan masa depan
tapi aku terlalu lama dalam ketakutan dan kegamangan
 sementara mereka tidak punya waktu untuk menungguku


akhirnya mereka pergi
bodoh, jika aku berpikir
aku dengan mereka atau denganmu
punya nasib yang sama
dan kemanapun akan selalu bersama

kenyataannya nanti kita akan ditinggalkan dan meninggalkan,
karena kita punya jalan sendiri2.

 

ah, sudahlah teman
kita nikmati saja dinginnya malam saat ini

sambil terus berkhayal

saat kita lelah
kita akan kembali dari khayalan
dan menemukan diri kita masih duduk bersama.

dan biarkan esok membuat dinginnya malam ini   
menjadi kenangan yang akan selalu kita ingat

bdg, oktober 2007 

No comments: