Sep 10, 2014

sweet revenge

Bagi saya, ketika disakiti seseorang maka sudah seharusnya saya membalas atau minimal beritahu dia, agar tidak mengulanginya lagi. Cara yg paling keren menurut saya untuk membuat seseorang sadar adalah dengan bicara keras padanya sambil menunjuk hidungnya hingga dia terdiam, tertunduk bahkan bila perlu menunjukkan ekspresi penyesalan. Bagi saya itu keren. 

Tapi...itu dulu.

Meski dalam enam tahun terakhir hidup saya cenderung "jalan di tempat", tak ada pencapaian, tak ada kemajuan, tak ada apa-apa, tapi setidaknya ada sedikit pelajaran yg saya bisa petik. Salah satunya ini.

Memberitahu seseorang atau bahkan membalasnya atas perbuatan yg tidak menyenangkan dengan cara yg keras (baik perkataan mau perbuatan) mungkin keren. Tapi kini saya tak peduli dg keren, saya lebih pilih elegan. Sedikit memutar otak, meramu cara untuk "mengerjai"-nya sebagai bentuk teguran/balasan ternyata jauh lebih seru dan tentu saja, elegan! Meski kebanyakan orang akan lebih cepat "merasa" jika dia ditegur secara keras, ketimbang ditegur secara halus (baca: pintar), tak masalah, yg penting saya bisa tersenyum puas :)

No comments: