awalnya saya tidak familiar dengan istilah ini. karena bagi saya, sekali jadi sahabat ya selamanya akan begitu. tapi waktu dan pengalaman mengajarkan saya sebaliknya. sejak kecil hingga kini ada beberapa sahabat yg saya punya dan beberapa telah jadi mantan. dua sahabat saat saya kecil adalah di antaranya.
saya lupa kenapa dulu saya dan dua orang ini bisa jadi sahabat. lucunya tidak satu pun di antara kami yg seusia. Ade, setahun lebih tua dari saya dan Ira (kalau tidak salah) 3 atau 4 tahun lebih tua dari saya. kami bertetangga dan posisi rumah saya ada di tengah-tengah. jadi kalau keluar rumah dan ingin main, biasanya saya tengok kiri dan kanan. hehe bukan mau nyeberang, tapi melihat apa di antara sahabat saya ini ada yg keluar rumah, atau kalau tidak mana rumah yg perlu saya hampiri lebih dulu. segala hal kami lakukan bertiga, kegiatan favorit saya bersepeda atau memetik daun dan bunga untuk dibikin jamu "ala-ala" haha.. pernah satu kali kami bermain di depan rumah tetangga yg punya halaman cukup luas. tiba-tiba saja kami berpikir untuk memanfaatkan area itu sebagai "panggung" untuk bermain drama. bintang drama nya hari itu adalah Ade yg berperan sebagai orang gila. aktingnya luar biasa lucu sampai saya dan Ira tak berhenti tertawa.
beranjak saya SMP, kami sudah jarang bertemu. entah lah. rasanya semua berubah begitu cepat. saya lebih suka diam di rumah, tapi sesekali masih bertemu Ira kalau dia datang dan menunggu di depan rumah. tapi Ade, tiba-tiba jadi asing. bahkan kelihatan canggung dan hanya tersenyum tipis jika dia berpapasan dengan kami berdua. reaksi yg aneh, mengingat kami dulu melakukan segalanya bersama. intinya kami tidak tahu apa yg terjadi. tapi, perubahan Ade kemudian jadi tidak ada apa-apanya jika melihat apa yg terjadi pada Ira kemudian. ya, perubahan mendadak dan drastis berulang kembali. bayangkan saja, kemarin saya dan Ira masih mengobrol, lalu besoknya dia tiba-tiba tak lagi menegur bahkan melirik saya saat lewat di depan rumah. sama halnya dengan Ade, saya tidak tahu apa yg terjadi.
dan awal Mei lalu, di pesta pernikahan adik saya, untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun saya bertemu lagi dengan Ade. ahh, saya kaget sekaligus senang. meski sangat ingin mengobrol dan bernostalgia, tapi suasana riuh pesta saat itu, ditambah kami baru bertemu saat Ade justru hendak berpamitan pulang, keharuan dan bahagia sedikit saya pendam. "sampai ketemu lagi," ujar saya saat kami bersalaman. sempat juga saya menyapa dua orang puterinya yang lucu dan mewarisi kecantikan Ade.
sementara dengan Ira, hingga kini masih jadi tanda tanya sejak hari dia tidak lagi menegur dan melirik saya. pun dengan Ade setahu saya mereka tidak berkomunikasi. Ira kebetulan memang bukan tipe yg senang bersosialisasi dengan tetangga. selain rumah saudaranya, satu-satunya rumah tetangga yg ia datangi hanya rumah saya. sikap dia yg 'dingin' dan tidak ramah ini sempat jadi omongan tetangga. bahkan kakaknya (yang juga berteman dengan kakak saya) tidak tahu alasan di balik perilaku adiknya. terakhir saya lihat Ira beberapa tahun lalu, dia tetap sama, lewat begitu saja tanpa melirik apalagi senyum atau menyapa pada orang-orang di sekitarnya, termasuk saya. sejak ibunya meninggal, Ira semakin tak kelihatan. dan kini rumahnya sudah tidak lagi dihuni oleh keluarga itu. saya tidak tahu sekarang Ira, suami dan anaknya tinggal dimana. sementara kakak-kakaknya yang kini tinggal di luar kota, sesekali masih terlihat jika mudik lebaran.
yah, saya sedang kangen pada dua (mantan) sahabat saya ini. ingin mendengar cerita hidup mereka, terutama tentang perubahan mendadak mereka yg jadi awal bubarnya persahabatan kami. memang sekarang itu tidak lagi penting, tapi yaa namanya juga penasaran kan hehe..

No comments:
Post a Comment